LOVE HAPPENS [PINDAH PLATFORM]

LOVE HAPPENS [PINDAH PLATFORM]

  • WpView
    Reads 251,128
  • WpVote
    Votes 3,352
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Aug 16, 2021
Hidup itu soal timing. Manusia bisa kelihatan unggul ketika melakukan tindakan sesuai dengan waktunya. Tindakan sederhana sekalipun akan kelihatan luar biasa kalau dilakukan saat yang pas. Kalau waktunya nggak pas ya bisa gagal. Ya nggak sih? Buat aku, komitmen hubungan yang sekarang kupegang juga sudah bisa dibawa ke jenjang yang lebih serius. Ini saatnya, pikirku. Pernikahan. Well, dulu aku emang nggak percaya dengan komitmen ini. Tapi semenjak melihat dua sahabatku berhasil dengan pernikahannya, aku menjadi percaya diri untuk bisa mempercayainya. Sayangnya, timing-ku tidaklah pas. Menikah ternyata tidak sesederhana yang kupikirkan. Memiliki komitmen hubungan memang bukan cuma tentang kami, tapi juga mereka. Di tengah galau, takdir justru memberikanku pilihan untuk berlari ke arah lainnya. Ke seseorang yang tak pernah kupikirkan selama hidupku. Seseorang yang dengan gilanya menawarkan pundaknya untukku dan memulai kisah lain dengannya. Dia memang sinting!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Oddly Coupley (Complete)
  • Pengantin Pengganti [TAMAT]
  • JATUH CINTA SETELAH MENIKAH
  • Kumpulan Novelet Romansa (one shoot)
  • Setelah Kita Delapan Belas Tahun
  • The Lawyer's Wife
  • Pelakor? Yes, I'm!
  • Zauji Zaujati [On Going]
  • Crazy, But She's Mine(21+)
  • Beautiful Sunset

"Daripada gue susah-susah cari calon suami yang oke, mending nikah sama lo aja, Ren. Yuk!" Ucapan Sybil dibalas semburan kopi yang langsung membasahi wajah jelitanya. Sementara itu, Daren yang terkejut tidak bisa bicara apa-apa. Otak sahabat yang sudah dua belas tahun dikenalnya itu, sepertinya memang benar-benar eror. "Lo tau kan kalau gue itu..." ucapan Daren menggantung. "Tau. Makanya gue mending sama lo. Tau sendiri gue nggak ada tendensi buat nikah. Nah... kalau sama lo at least nggak berasa nikah kan. Kayak kita bisa jadi housemate aja. Cuma emang 'terikat' supaya nggak kena grebek." Syibil mengemukakan alasannya begitu lancar. "Tap..." "Lo juga dapat benefit dari ini. Status kita nanti cukup buat jadi tameng di depan keluarga lo juga. Gimana?" Kemampuan persuasi Sybil memang luar biasa. Penawaran darinya terdengar menggiurkan ditelinga Daren. Lelaki itu pun dengan mudah setuju dibuatnya. "Deal."

More details
WpActionLinkContent Guidelines