Us ( MaxTul Family )

Us ( MaxTul Family )

  • WpView
    Reads 3,221
  • WpVote
    Votes 293
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 29, 2021
"Bang, sini temenin adeknya belanja. Kasian Putter malem malem belanja sendiri." "Dia bisa jaga diri kok, Paa. Abang masih main." Great neken kuat stick ps 5 yang lagi ngendaliin game di layar depan mukanya tanpa noleh ke papanya. "Nolak? Mau papa bakar PS nya sekalian?" "Ehh! Jangan, Pa! Iya iya ini Abang ngeluarin motor!" Great ngelempar stick PS nya kesofa terus lari lari panik kekamarnya buat ngambil jaket sama kunci setelah denger ancaman papanya. Sampe satu rumah bunyi gedebak gedebuk gara gara Great. "Ckck." Tul nutup mata maklum liat kelakuan anak sulungnya. Lanjut matiin PS diruang tamu terus balik lagi ke dapur buat siap siap masak sambil nungguin belanjaan yang dibeli anak anaknya nanti.
All Rights Reserved
#2
maxtul
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Brothers
  •           baby Toya
  • Sweet Home || HoonSuk
  • My Family
  • ANOTHER DIMENSION (One Piece)
  • "He's mine"
  • Hello, Grayson [SELESAI]
  • Calle: Ganendra's Precious Boy
  • RAKAALENA
Brothers

"Kay! Pikirin lagi deh ide gila lo ini! Masa gue sama Ray harus pake seragam begituan. Lo sih enak masih pakai seragam Ray. Gue dan Ray gimana?" Aku dan kedua saudara kembarku sedang berdiskusi di kamarku. Ini pernah dilakukan seminggu yang lalu saat Kay mengatakan ide gilanya kepadaku dan Ray. "Gak bisa Fay! Kan udah kesepakatan." Kay itu keras kepala. Mungkin karena merasa lahir lebih dulu, jadi dia selalu ingin menang sendiri. "Tapi kan lo bisa tukeran sama Ray tanpa harus melibatkan gue Kay!" aku protes sedangkan Ray diam saja. Dia benar-benar lamban. Sampai-sampai perempuan yang mendekatinya saja dia tidak menyadarinya. Itu karena kelambanan otak berpikirnya. "Gak bisa Fay sayoong! Ray itu gak bisa basket. Dia itu atlet renang. Jadi selama dia sekolah di tempat gue nanti, dia bakalan kalah terus kalau tanding sama yang lain. Bisa-bisa reputasi gue hancur gara-gara permainan basketnya yang parah." Aku tahu Ray memang tidak suka berlari, karena itu dia tidak suka bermain basket denganku dan Kay. Kalau kita bertiga sedang bermain bersama, Ray lebih memilih menonton aku dan Kay yang sibuk mencuri bola drible. "Lagipula kesepakatan terakhir itu mutlak setelah kita mengundinya. Jadi ini gak bisa diganggu gugat lagi. Besok kita mulai penyamaran. Gue jadi Ray, lo Fay jadi gue, dan Ray jadi lo Fay." Kay sudah memulai sikap otoriternya. Kalau sudah begini, aku dan Ray hanya bisa pasrah. Semoga Ayah dan Bunda tidak menyadarinya. Ayah mungkin tidak akan menyadarinya tapi Bunda sepertinya harus diwaspadai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines