Hurricane

Hurricane

  • WpView
    Reads 204
  • WpVote
    Votes 41
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 15, 2021
Semuanya membuatku sesak. Di hadapanku Baba sudah tak bernyawa, dengan iblis itu yang masih berkali-kali menancapkan pisau, memutarnya dan merobek tubuh Baba. Kepalaku hendak meledak. Mataku tak bisa berkedip. Telingaku pengang. Kupandangi Abizard melangkah menujuku dan tertawa. Mulutnya komat-kamit mengucapkan sesuatu. Tapi telingaku tak mendengarnya. Kedua tangannya menunjuk ke arah Baba, mengantarkan pandanganku untuk menyaksikan tubuh tidak berupa miliknya. Wajahnya penuh sayatan dengan mulut robek. Jas dan kemeja putih nya tak tersisa, dan kini menampakkan perut Baba yang tercabik-cabik dengan usus terbuai. Nafasku menderu. Pendek, cepat. Ini mimpi. Sungguh kuharap ini mimpi. "Baba!!!" akhirnya aku berteriak sekencang-kencangnya dari dalam sebuah kotak lemari dokumen sesak yang menjadi neraka ini. Berharap ibu mendengarnya dan segera memelukku. Tapi ini bukan mimpi. Ini neraka yang kini semuanya tampak menghitam. *** "Aku gak mau berhubungan dengan siapapun!" tegas Athaya. Laki-laki itu terdiam. "Kenapa Ay? Apa yang buruk dari sebuah hubungan?" "Karena pada akhirnya, apa yang dimulai pasti akan berakhir. Dan itu sakit. Aku gak mau ada perpisahan. Aku gak mau kehilangan." Athaya menuturkan dengan teriakkan yang melesak di penjuru ruang rawat. Tubuhnya gemetar sebab lagi-lagi pikirannya dipenuhi kenangan traumatis itu. "Dengar, Aya." Zahid berjalan mendekati Athaya. "Kamu hidup di dunia yang fana. memiliki memori indah untuk dikenang usai perpisahan akan lebih baik daripada seumur hidup kau diam di lingkaran kegelapanmu yang hampa tanpa warna." Zahid terdiam. "Izinkan aku menjadi warnamu." Zahid menyentuh pucuk kepala Athaya. Perlahan mengelusnya, mencoba memberikan rasa tenang, meredakan goncangan dan tangis tak tertahankan. Sampai isakan Athaya mereda, dan ia berkata dalam hatinya, "Kali pertama, aku merasa tenang, damai." *** Jangan lupa vote, follow, dan share ya. Terima kasih 😍❤️
All Rights Reserved
#14
skater
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LOVE in SILENCE
  • Breathe
  • THE BADBOY [TAMAT: PART LENGKAP]
  • LANGIT & BULAN
  • Diary Depresiku
  • Aku dan Luka [Sudah Terbit]
  • Semu [Completed]
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Stres In Life
  • Persona

(follow dulu sebelum membaca) "saya berniat mengkhitbah putri bapak." seorang laki-laki yang ia kenal sebagai kakak tingkatnya dikampus tiba-tiba saja datang kerumahnya untuk melamar. bahkan untuk saling bertegur sapa pun mereka tidak pernah, hanya beberapa kali bertemu itupun secara tidak sengaja di area kampus. dengan penuh keberanian, laki-laki berparas tampan dengan tinggi semampai itu menatap lekat pria paruh baya dihadapannya. "kamu mengenal putriku?" laki-laki itu menggeleng. "tujuan saya mengkhitbah putri bapak karena saya ingin berkenalan lebih lanjut dengan putri anda, saya ingin mengenal jauh sebelum saya menikahinya." *** "abang serius?" laki-laki tampan itu sudah merasa muak dengan posisinya yang tidak bisa berbuat apa-apa, sejauh ini ia hanya diam dan sesekali memperhatikan dari jauh. sambil terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, namun ia merasa cukup takut untuk mengungkapkan. bukan, bukan takut atas pengakuannya pada sang wanita. melainkan ia takut rasa sukanya diketahui oleh setan, dan berakhir ia kalah dalam tekadnya untuk tetap menjaga diri dari godaan sebangsa jin. bagaimana kelanjutan, simak cerita ini sampai ending ya!! ig: anggipriskilia [#1wilda 12 mei 2025] [#2fiskiremaja 1 juni 2025] [#3abiyan 12 mei 2025] [#5diam 1 juni 2025]

More details
WpActionLinkContent Guidelines