JINGGA

JINGGA

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 29, 2025
Untuk Mentari yang meredup Antara perdamaian tanpa penyelesaian yang memaksa hati untuk mengikhlaskan. 'Hey siapa yang kau tanya kabarnya ? ragaku atau hatiku ? karena untuk saat ini keadaan mereka sedang bertolak belakang' 'Apakah aku tidak punya kesempatan untuk menyembuhkan luka ini? Atau ini belum waktunya? Kapan?' "Jingga, kamu bohong. Jelas - jelas mata kamu bilang kalo kamu masih sama seperti yang dulu. Iya kan?" Tuhan, hamba hanya ingin Bahagia dengan kesendirian hamba jika seperti ini terus. Benar, seseorang pernah berkata padaku. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari bahkan perihal perasaan, kita tidak bisa merencakannya karena pada dasarnya semesta yang merealitakan.
All Rights Reserved
#290
fajar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • Jejak yang Tak Pernah Hilang
  • Maaf' (Revisi)
  • AURORA
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Kaila's Choice: Stay Or Move On?
  • RadenRatih
  • Bersamamu

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines