We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
JINGGA

JINGGA

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Mar 29, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Untuk Mentari yang meredup Antara perdamaian tanpa penyelesaian yang memaksa hati untuk mengikhlaskan. 'Hey siapa yang kau tanya kabarnya ? ragaku atau hatiku ? karena untuk saat ini keadaan mereka sedang bertolak belakang' 'Apakah aku tidak punya kesempatan untuk menyembuhkan luka ini? Atau ini belum waktunya? Kapan?' "Jingga, kamu bohong. Jelas - jelas mata kamu bilang kalo kamu masih sama seperti yang dulu. Iya kan?" Tuhan, hamba hanya ingin Bahagia dengan kesendirian hamba jika seperti ini terus. Benar, seseorang pernah berkata padaku. Kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari bahkan perihal perasaan, kita tidak bisa merencakannya karena pada dasarnya semesta yang merealitakan.
All Rights Reserved
#414
masa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • AURORA
  • RadenRatih
  • Over and over again, you(END)
  • Jejak yang Tak Pernah Hilang
  • Bersamamu

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines