Story cover for DANDELION by Aurora_Saa
DANDELION
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Feb 02, 2021
Ayna Faradhita. Gadis yang akrab disapa Nana oleh teman temannya. Cantik? tentu saja. Pintar? tak usah ditanyakan, gadis itu menyabet berbagai medali dalam kejuaraan sains nasional.

Tapi jangan salah, gadis itu sangat galak dan jutek. Terutama kepada cowok bernama Fauzan Ahmad Ghifari. Kapten basket berotak encer idaman para kaum hawa. Namun, malah menjadi musuh bebuyutan Ayna sejak awal masuk SMA. 

"Ojannnnnnnnnn!!!!! Gua sumpahin lu jomblo seumur hidupp". Teriak Ayna dengan geram

"Enak aja. Lagian orang ganteng kek gue gini pasti banyak yang mau" Ujar Fauzan sambil menjulurkan lidahnya

"Ribut mulu. Awas ntar cinta"

"AMIT-AMIT GUA SUKA SAMA DIA! " ujar Ayna dan Fauzan bersamaan. 

Namun, tanpa mereka sadari dengan pertengkaran itu, malah membuat mereka semakin dekat.

Ingin tau kelanjutannya? 
Add my story to your library

Siapkan hati. Cerita ini mengandung keuwuan yang bisa membuat kalian ingin mencakar tembok bahkan mencekik tetangga sebelah
All Rights Reserved
Sign up to add DANDELION to your library and receive updates
or
#446fisika
Content Guidelines
You may also like
ADIKARA ELUSIF by blackcurrantbery
41 parts Ongoing
Baca lapak sebelah dulu biar nyambung, baca DeKaNa🔥 "M-maksudnya apa?" Ekspresi wajah yang semula terlihat senang berganti menjadi rawut wajah yang amat tidak disukai, seolah perubahan mimik wajah mempengaruhi suasana hati sang pemilik Perlahan sudut bibirnya ketarik ke pinggir membentuk lekungan senyuman yang terlihat menyeramkan bagi remaja yang berdiri di hadapannya, bahkan bola matanya terlihat bergetar melihat apa yang tengah terjadi di hadapannya. "Hanya seminggu" Kakinya perlahan melangkah mendekati remaja yang sudah membeku di tempat itu, mengayunkan tangannya untuk mengusap puncak kepala yang lebih muda "Sayang sekali, Khai nggak panggil Ayah-" Plak Ia menatap tangannya kemudian menatap anak yang lebih muda di hadapannya dengan alis mata terangkat, berani, sangat berani "L-lo gila" "Lo bawa gue kemana hah anjing?" Ia memejamkan matanya, sudah seminggu ini hatinya berbunga-bunga, namun sekarang api neraka kembali membakar hatinya mendengar lontaran perkataan dari anak muda yang ada di hadapannya. Srett "Kenapa lo diam aja hah?, jawab!, lo bawa kemana gue hah?" Teriaknya dengan nafas tersenggal-senggal karena perasaan marah. Ia kembali tersenyum, mencoba mengusap puncak kepala itu namun tepisan kembali dirinya dapat, oke cukup, ia sudah sangat sabar kali ini, "Askar ternyata nggak guna" Perlahan kaki itu mendekati remaja itu, lalu mengusap paksa kepala itu dengan kuat, dan dalam sekali tarikan ia berhasil membuat tulang tengkorak itu bersentuhan kasar dengan dinding rumah kokoh miliknya "Lo manja banget ya Kai, semua harus gue yang turun tangan" Ucapnya sembari menyeringai melihat ekspresi wajah Kaivan yang terlihat kesakitan sekaligus marah karena tidak bisa melawan.Tubuh itu jatuh telentang di lantai, dan tanpa belas kasihnya, ia menaruh telapak kakinya di atas dada Kaivan yang seketika membuat anak itu meringis sakit karena tak mampu menahan rasa sakit lagi "A-abang" "Kalau udah kek gini, baru manis diliat" 19 April 25
You may also like
Slide 1 of 8
SKRIPSUIT  ✔ cover
BEFUDDLES (SELESAI) cover
Little Strawberry Girl  cover
ADIKARA ELUSIF cover
TANTAN ; with you [ ON GOING ]  cover
ALFHASSA cover
Ayana's Love Story(hiatus)  cover
Matahari cover

SKRIPSUIT ✔

40 parts Complete

{Completed/utuh/tamat} Fayka mau tak mau harus sering bertemu dengan Yasa karena memiliki dosen pembimbing yang sama. Berawal dari sesama kesengsaraan korban dospem, bagaimana jika Fayka mulai baper karena Yasa, yang mendapatkan predikat fakboi, terus bersikap manis padanya? *** Setelah empat tahun menempuh pendidikan di jurusan psikologi, Fayka seperti mahasiswa lainnya harus mengerjakan tugas akhir skripsi. Sialnya, Fayka mendapatkan dosen pembimbing yang killer dan membuat jantungnya tak keruan setiap akan melakukan bimbingan. Namun, penyebab jantungnya tak keruan bukan hanya dosen pembimbing. Yasa, sang kayak tingkat penyandang status fakboi kampus, mendapatkan dosen pembimbing yang sama dengan Fayka dan terus bersikap manis pada Fayka. Menolak rasa bapernya, Fayka mencoba memfokuskan diri pada skripsi yang harus diselesaikannya segara akibat tuntutan sang Ibu. Sayangnya, takdir tidak selalu berpihak pada Fayka untuk mempermudah jalannya menuju sidang. Lalu bagaimana dengan perasaan Fayka jika ketika badai menerjang hidup, Yasa adalah orang yang selalu hadir di sisinya?