Dinginmu Tak Mampu Membekukan Cintaku
25 parts Ongoing Malam di kota itu tidak pernah benar-benar sunyi. Dentuman mesin motor, sorakan liar dari sudut jalan, dan cahaya neon yang temaram menjadi saksi bisu dari dunia yang tak semua orang berani sentuh.
Veena berdiri di pinggir jalan, jaket jeans membalut tubuh mungilnya, angin malam menyibakkan rambut panjang yang terurai indah. Tatapannya tak lepas dari suara bising yang semakin mendekat. Lima motor gede berhenti mendadak di hadapannya, dan dari motor paling depan, turunlah seorang pria dengan tatapan dingin, senyap, dan aura berbahaya-Revano Elrick Mahesa.
Semua orang mengenalnya. Ketua geng motor legendaris sekaligus mafia muda yang katanya sudah dingin sejak lahir. Dingin yang bukan hanya di permukaan, tapi sampai ke tulang.
Veena menggigit bibirnya gugup, lalu tersenyum. "Kau Revano, kan? Kita perlu bicara."
Pria itu memandangnya tanpa ekspresi. "Siapa kamu?"
"Reveena Kalysta Anidya. Tapi panggil aku Veena," katanya percaya diri. "Dan aku datang untuk membuatmu jatuh cinta."
Sunyi. Bahkan suara mesin motor yang masih menyala pun terasa kehilangan daya ledaknya.
Revano tertawa-dingin. "Kau pikir aku mudah jatuh cinta hanya karena wajahmu cantik?"
Veena melangkah mendekat, berdiri hanya sejengkal darinya. "Tidak. Tapi aku tahu, di balik dinginnya matamu... ada seseorang yang kesepian."
Tatapan pria itu berubah sesaat. Tapi hanya sejenak. Kemudian ia memutar badannya, melangkah kembali ke motornya.
"Kau bermain di tempat yang salah, Veena. Hati ini bukan taman bermain."
"Tapi aku bukan sedang bermain, Revano," jawabnya pelan.
Dan malam pun kembali menggema dengan suara mesin motor, meninggalkan Veena sendiri-tapi dengan keyakinan yang lebih besar dari sebelumnya.