Afraid - Park Sungjin

Afraid - Park Sungjin

  • WpView
    LECTURAS 100
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, nov 3, 2023
"Don't try to love me, I'm sure you won't be able for that." "Please, cover me in this cruel world. I can't handle this things." Mencintai seseorang adalah lelucon tergila yang pernah kami alami dan jalani. Mempercayai cinta itu kesalahan yang kami lakukan sejak awal. Tidak seharusnya memang rasa cinta ada karena hanya berujung pada kehancuran. Rasa cinta menggebu yang pada akhirnya membawa kami terjun ke dalam jurang kegelapan. Lantas, untuk apa Tuhan menciptakan perasaan ini jika akhirnya hanya menyakiti hamba-Nya? a story by black mocca.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kang Younghyun : Finale (Young K DAY6) [Completed]
  • [end] GIVE LOVE (Harukyu)
  • Possessive Bro • Jae
  • Imperfect Love [ On Going ]
  • [✔️] Anti Romantic ⋆ Jaesahi
  • Shadows in the Constellation: Born of the Lost Star [BINHAO/HAOBIN]
  • Love In Hospital [TAEKOOK] [END]✔
  • Love Between Revenge (DaeJae)
  • Black Destiny

Bekerja sebagai penyiar radio membuat Brian banyak dikenali orang-orang, bahkan sosial medianya dipenuhi oleh beberapa penggemarnya yang terus-menerus memberikan pujian untuknya. Selain karena tampan, dia pun memiliki suara yang indah ketika bernyanyi. Mustahil jika pria tampan seperti Brian tak memiliki seorang kekasih, tentu saja dia sudah mempunyai satu nama yang membuat hari-harinya semangat dalam bekerja, yaitu Ara. Disisi lain, ada hati yang harus terluka karena menerima kenyataan kalau Brian telah menjadi milik seseorang. Ayana Kim. Rekan kerja Brian, salah satu staff Enam hari radio. Dia-lah saksi bisu ketika Brian tengah menyiar di radio, selain menjadi rekan kerja yang baik untuk Brian, dia pun lumayan dekat dengan Ara dan sering bertukar cerita meskipun topiknya hanya berputar pada Brian. Hingga tiba saatnya Ayana dibuat dilema, antara ingin memperjuangkan Brian atau melepaskan Brian untuk Ara. Dia tahu, kalau perasaannya pada Brian ini salah, tapi dia tak bisa melakukan apa-apa karena hati tak bisa memilih untuk jatuh pada siapa. "Ayana, ini ada bekal. Mau makan berdua sama aku, enggak?" tawar Brian. "Bo-boleh?" gugup Ayana. Brian terkekeh pelan lalu berucap, "Boleh dong, Ara yang masak dan suruh aku buat makan siang sama kamu." *** Cover by tiadesign_

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido