Dua Sisi Berbeda

Dua Sisi Berbeda

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 20, 2022
Ini bukan kisah remaja yang di penuhi asmara-mungkin bumbu cinta hanya ditaburkan sedikit saja dalam kisah ini. Mempunyai kembaran mungkin menjadi hal yang paling di dambakan banyak orang. Tapi ... apakah pernah terbayangkan, bahwa mempunyai kembaran, berarti harus siap membagi segalanya. Anaya dan Shanaya, mereka tumbuh dengan kasih sayang dan didikkan yang berbeda. Shanaya dengan dongeng indah dunia fiksi sebelum tidur, dan Anaya dengan setiap air mata sebelum tidur. Siapa yang akan tahan, jika terus dibanding-bandingkan? Anaya, gadis berhati baja yang selalu rela memberikan apapun miliknya, hanya untuk kebahagiaan Shanaya. Semesta merestui segala siasat mereka, semesta selalu menyiapkan panggung penuh kebohongan yang akan berakhir dengan air mata. Akankah semesta mengasihani salah satu dari mereka? Tapi ... cara seperti apa, yang akan semesta berikan?
All Rights Reserved
#18
shanaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bitter Is You || ✔ ||
  • Argumentasi Dimensi [Completed]
  • TRAUMA
  • Nathalea
  • FAR
  • From Rivals To Lover
  • Naura & Lukanya

Khanaya dan Khanayla, dua orang yang lahir dalam rahim yang sama dengan banyak perbedaan ketika terbentuk menjadi gadis remaja. Khanayla yang terlahir sebagai gadis cantik penuh keanggunan di setiap langkahnya, tutur kata yang lembut. Berbanding terbalik 360° dengan kakak kembarnya-Khanaya-yang begitu tertutup dengan sekitar. Hidup penuh misteri dan tekanan dari Ayahnya. Khanaya Neevezha Althaia Khanayla Naveezha Affran Dua bocah kembar yang berbeda dalam segala hal. . . . . . "Urusannya sama lo apa?" "Aku bisa minta sama Ayah buat kesini bersama." "Terus hubungannya sama gue apa?" "Kenapa kamu bersikap kayak gini ke aku? Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Jangan menjauh dari aku. Tolong." Dengan sangat jelas Khanaya mendengar suara kembarannya yang bergetar itu. Jujur saja rasanya Khanaya ingin menarik gadis yang lebih muda sepuluh menit darinya itu kedalam dekapannya. Ia tidak tega jika harus membiarkannya menangis lagi. Namun, kilasan ingatan atas perlakuan Ayahnya membuat Khanaya gelap mata. Tidak mungkin bagi Khanaya melupakan kenangan pahit itu. Tetapi perkataan sang Ibunda sebelum tarikan nafas terakhirnya, Khanaya diminta untuk selalu menjaga dan melindungi adik kembarnya dari segala macam bahaya. Ini belum saatnya, Khanayla harus menunggu sedikit lebih lama lagi jika ingin Khanaya yang sebenarnya kembali. "Gak usah repot - repot." Khanayla menggeleng Cepat. "Bukan ini yang aku mau." "Lo pikir gue juga mau berada di bawah tekanan, hah?! Gak sama sekali!" Tanpa sadar Khanaya meninggikan oktaf suaranya di hadapan Khanayla. . . . . . Please enjoyed this place story... [Rank my story] #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #1 : /dikha #6 : /anaksekolahan #8 : /penolakan

More details
WpActionLinkContent Guidelines