MOON - ONESHOOT

MOON - ONESHOOT

  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Thu, Feb 4, 2021
WpInfo
Non-Fiction
Sama halnya seperti bulan yang hadir bersama dengan semua keindahan, dan tujuannya. Baek Ruhi selalu yakin bahwa Tuhan tidak akan menciptakan sesuatu tanpa alasan. Tapi, tetap saja Ruhi masih bertanya-tanya kenapa Tuhan memberinya seorang Kakak seperti Baek Yunho? "Kenapa dia harus terlahir seperti itu?! KENAPA?!!" Karena kondisi Kakaknya yang berkekurangan, Ruhi selalu mendapat kesulitan. Ruhi benci Kakaknya yang tidak normal. Ruhi tidak suka Yunho yang selalu mengikutinya. "Aku harap dia pergi selamanya dari hidupku." Ruhi terlalu sibuk dengan kekecewaan dan keraguannya, sampai Tuhan menamparnya dengan sebuah jawaban. Sangat keras hingga rasanya Ruhi tidak mampu menunjukkan wajahnya. Ruhi lupa, bahwa bulan yang selalu ia kagumi setiap malam itu, juga diciptakan bersama kekurangannya.
All Rights Reserved
#75
menulisbarenghacin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kahfi dan Yumna 2
  • PRETTIEST-CH²
  • My Brother[Sequel Mianhae My Brother]
  • ORV x M!Reader [On Hold]
  • 목소리 [MYG, SSW]
  • Bulan Bintang
  • PAPA [END] ✔
  • I'M YOUR KING [BOOK 1] ✔
  • Stendhal Syndrome: Love Your Smile
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path

SEQUEL KAHFI DAN YUMNA. Baca Kahfi dan Yumna dulu. Hidup Shahila Ayu Meidina Harish (Yumna) semakin sempurna sejak memiliki Al Kahfi Ganendra Atmadja (Kahfi) dalam hidupnya. Bukankah indah kehidupan mereka berdua yang kini penuh warna? Tapi, apakah meraih bahagia semudah yang mereka kira? Kahfi dan Yumna masih akan terus mencari tahu kebenarannya. Tentu tidak berdua saja. Masih dengan keluarga mereka yang hobi bertengkar dengan Reni, teman-teman kampus mereka yang serba kepo, dan abang-abang kantor yang jahil itu! ___ "Ya Allah, salam dulu, sih." "Assalamualaikum. Apaan, sih? Mau apa?" "Ehem. Waalaikumsalam. Halo. Selamat pagi adik gue yang ganteng." Danny terkekeh. "Gimana pagi lo hari ini? Cerah?" Kahfi mengernyit curiga. "Langsung aja. Lo mau ngomong apa?" Danny masih menebar tawa tidak jelas dari jauh. Suaranya berbisik tiba-tiba. "Eh, gimana semalem? Bulan madunya berhasil? Yumna gimana? Yumna enak? Buruan ya, Miko request keponakan! Urgent!" Kahfi meringis kaget. "Ya Allah Bang, jaga omongan lo itu!" "Haha... Tapi berhasil, kan? ___ Copyright © 2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines