Pretty Savage

Pretty Savage

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Trypophobia- ketakutan terhadap sekumpulan lubang kecil. Phobia yang hampir semua orang pernah rasakan termasuk Puspa. Dia merasakan implus bergerak cepat di saraf-saraf tubuhnya, saat menemukan apapun yang berbentuk lubang kecil dan banyak disekitarnya. Untuk mengalahkan Puspa, tentu Sari sengaja menayangkan gambar mirip sarang lebah memiliki lubang kecil dan banyak. Ketika Puspa melihatnya dia mencoba menahan diri untuk tidak goyah diatas panggung. "Bertahanlah." Puspa mencoba menguatkan dirinya saat Sari menyerang kelemahanya. Sari tersenyum manis kearah Puspa, dia lalu melanjutkan bagian dramanya. Puspa, mulai merasakan kedua lututnya lemah. Tiba-tiba tubuhnya terasa ringan dan dia mendengar suara gedebuk keras. "Sial, aku jatuh."Lirih Puspa menyadari bahwa dia terjatuh. "Berpeganglah padaku. Agar kau bisa bangkit lagi!"Sebuah suara mencoba membantu dia menangani kelemahannya. Seorang pria tengah mengulurkan tangannya pada Puspa. Maukah Puspa meraih tangan pria ditengah kejatuhannya ? Bisakah dia melewati acara tanpa kekacauan ? Siapakah pria yang memberikan tangannya ? Sementara itu, seseorang hanya memperhatikan dari kursi penonton, dia meremas kertas digenggaman tangannya. "Puspa, permainan baru saja dimulai, kau harus menikmatinya." lirihnya, dengan seringai dibibirnya.
All Rights Reserved
#850
mystery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berburu Kijang 1/2
  • Lintang Di Langit Majapahit [END]
  • Is LOVE
  • SEAMERA (The Secret of Love) - SPIN OFF AGATHA
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • DEEP LOVE [DewTee]
  • Bad Boy
  • A L G A R I S  (Selesai)
  • Senja Di Kegelapan Malam [HIATUS]
  • Rival Jadi Rewel [TERSEDIA VERSI PDF]

Premis: Sepasang remaja pemuda Funkei bersama gadis Onna tiba di gedung sekolah dengan persenjataan senapan api lengkap yang bertujuan membasmi Kijang, lalu disambut oleh seorang pelayan wanita Mocca melalui ranah rekaan. Keduanya sempat ragu dengan sambutan Mocca, tetapi pada akhirnya mereka sepakat menerimanya, selanjutnya Funkei, Onna, dan Mocca lanjut keliling kompleks gedung hingga bertemu dengan Kijang yang mereka cari di lantai teratas, tetapi berakhir gagal lantaran kehabisan waktu. Uraian (blurb): "Perkenalkan, saya adalah Mocca, penyambut tangan terbuka engkau sekalian. Terima kasih sudah bersedia memasuki gerbang buatan saya." "Apa alasanmu menolong kami?" Funkei bertanya seakan-akan menuduh. "Jangan mengira kami akan telan bantuan kau begitu saja. Pasti kau mengharapkan sesuatu dari kami sebagai imbalan penyelamatan." "Sejujurnya, saya tidak mengharapkan apa pun selain ucapan terima kasih engkau. Namun ..., berkenankah engkau sekalian mengajak saya sebagai Pembantu?" "... Dapatkah kau membela diri kau sendiri?" "Hmm. Apakah boleh kalau saya sembunyi saja-?" "Mocca, kami enggak peduli bila aku dan rekanku terjebak selamanya di sini. Tujuan akhir kami hanyalah satu, yaitu melenyapkan Kijang, dan aku berfirasat besar bahwa kaulah Kijang yang sedang kami buru." "Sungguh, jadi engkau lebih memilih terjebak selamanya saja?" ancam Mocca mengeritkan rahang, kesal sejadi-jadinya. "Yakinkan kami dahulu bahwa kau bukanlah ancaman nyata yang berniat jahat menusuk kami dari belakang," titah Onna tegas keras. "Tanpa perlu kaubilang pun, aku tahu betul bahwa kau dapat melenyapkan kami semudah jentikan jari." Terlepas dari keengganan Funkei dan Onna, keduanya sepakat untuk mengajak Mocca berburu Kijang. Namun, perburuan mereka selanjutnya malah berbalik menjadi diburu oleh Kijang, hingga terpaksa dipulangkan ketika mentari mulai terbit.

More details
WpActionLinkContent Guidelines