Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Mengorbit Tsurayya

Mengorbit Tsurayya

  • WpView
    Membaca 25
  • WpVote
    Vote 4
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 23, 2021
WpInfo
Fiksi
Romansa
Bertegur sapa dengan 'Batu Berjalan' menjadi keajaiban luar biasa bagi Rayya, setelah 1 tahun tinggal di keluarga Semesta. Ibarat permata dalam kaca, selama ini dia memilih mundur bila orang-orang membahas sosok Miftah Fatahuddin Syafrida. Pria itu terlampau silau baginya, bicara pun irit, enggan bereaksi selagi hidupnya tak terlibat dan dilibatkan. Tetapi seusai pria itu memanggil nama Rayya untuk pertama kalinya, setelah pria itu mengajak dia untuk bercengkerama, Rayya optimis bahwa satu nama lagi akan mengisi daftar manusia yang mengorbit disekelilingnya. Walau kenyataan tak terduga harus ia terima di waktu yang sama. Meski orang di kehidupan sebelumnya mendadak datang,mengungkap sisi kelam hingga satu per satu orang keluarga semesta mulai hilang kepercayaan akannya. Masihkah Miftah bersikap serupa? Ataukah dia kembali menjadi batu berjalan dan ikut meninggalkannya? Semoga Miftah manusia yang mampu menerima masa lalunya. Semoga Miftah menarik ulur tangannya dan membangkitkan Rayya dari masa sulitnya. Jang Mi Ra
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#111
anakmuda
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • The Golden Age
  • LENTERA SURGAKU✓
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Kilometer Cinta [Complete] ✔️
  • Cinta Dalam Iman
  • 1 CINTA 2 SAHABAT
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • CAPTAIN TO JANNAH (SUDAH TERBIT)

[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan