Mengorbit Tsurayya

Mengorbit Tsurayya

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 23, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Bertegur sapa dengan 'Batu Berjalan' menjadi keajaiban luar biasa bagi Rayya, setelah 1 tahun tinggal di keluarga Semesta. Ibarat permata dalam kaca, selama ini dia memilih mundur bila orang-orang membahas sosok Miftah Fatahuddin Syafrida. Pria itu terlampau silau baginya, bicara pun irit, enggan bereaksi selagi hidupnya tak terlibat dan dilibatkan. Tetapi seusai pria itu memanggil nama Rayya untuk pertama kalinya, setelah pria itu mengajak dia untuk bercengkerama, Rayya optimis bahwa satu nama lagi akan mengisi daftar manusia yang mengorbit disekelilingnya. Walau kenyataan tak terduga harus ia terima di waktu yang sama. Meski orang di kehidupan sebelumnya mendadak datang,mengungkap sisi kelam hingga satu per satu orang keluarga semesta mulai hilang kepercayaan akannya. Masihkah Miftah bersikap serupa? Ataukah dia kembali menjadi batu berjalan dan ikut meninggalkannya? Semoga Miftah manusia yang mampu menerima masa lalunya. Semoga Miftah menarik ulur tangannya dan membangkitkan Rayya dari masa sulitnya. Jang Mi Ra
All Rights Reserved
#135
hijabers
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Dalam Iman
  • Takdir untuk Zura[on going]
  • 1 CINTA 2 SAHABAT
  • Belajar Mengikhlaskan
  • LENTERA SURGAKU✓
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS
  • Go To Jannah With My Husband [ ON GOING ]
  • RAHSYA UNTUK NAURA
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Pertemuan Dibalik Skenario Takdir Allah

Azha tidak pernah menyangka bahwa langkah pertamanya di pesantren akan mempertemukannya dengan Muaz-santri yang dingin, pendiam, dan selalu terlihat serius dengan hafalannya. Sejak awal, mereka berada di dunia yang berbeda. Muaz sibuk dengan hafalannya, sedangkan Azha berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Namun, takdir selalu punya cara unik untuk mempertemukan dua orang yang seharusnya berjalan di jalur masing-masing. Tatapan yang tak sengaja, pertemuan di tempat yang tak terduga, hingga percakapan-percakapan kecil yang membuat Azha menyadari bahwa Muaz tidak sekeras yang terlihat. Di antara hafalan dan kesibukan pesantren, Azha mulai memahami bahwa ada jeda di antara mereka-sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jeda itu bisa berupa harapan, doa, atau bahkan perasaan yang perlahan tumbuh namun tak bisa diungkapkan. Tapi ketika waktu mulai memisahkan mereka, Azha dan Muaz harus menghadapi kenyataan bahwa tidak semua perasaan bisa menemukan jalannya sendiri. Apakah keduanya akan tetap berada di jalur masing-masing, ataukah takdir akan membawa mereka kembali bertemu di titik yang sama? Sebuah kisah tentang perasaan yang terpendam, tentang ketulusan dalam diam, dan tentang bagaimana Allah selalu punya rencana terbaik di setiap jeda yang tercipta. 🕐 UPDATE SETIAP SELASA & MINGGU

More details
WpActionLinkContent Guidelines