Takdir Cinta Zia

Takdir Cinta Zia

  • WpView
    LECTURAS 458
  • WpVote
    Votos 63
  • WpPart
    Partes 20
WpMetadataReadConcluida lun, feb 15, 2021
WpInfo
Ficción
Romance
Romance-religi' Cinta itu anugrah terindah yang Allah berikan kepada manusia, saat kita merasa kecewa dengan perasaan yang kita miliki. karena seseorang yang kita cintai tidak mencintai kita. Cinta tidak salah. hanya saja ia berlabuh dihati yang tidak tepat. Kadang terasa menyakitkan. tapi yakinlah bahwa Allah akan mempertemukan kita dengan orang yang bisa mencintai kita apa adanya. Yang bisa membuat Hati kita berhenti mencari tempat untuk berlabuh. ~ Takdir Cinta Zia~ Katanya cinta itu bisa mengubah sifat seseorang. Mungkin itu yang terjadi pada Zia, gadis itu tidak pernah merasakan hal bernama cinta. Tapi semenjak bertemu dengan seorang pria yang bernama rifky melalui pertemuan yang tak terduga, ada desiran aneh yang ia rasakan. Ia mencari tahu mengenai pria itu. Dan lama kalamaan ia jatuh cinta pada Rifky.zia berkali-kali mengutarakan perasaannya namun ia juga berkali-kali mendapat penolakan. tapi dia tidak menyerah sebelum mendapatkan hati Rifky Akankah zia berhasil melakukannya?. Kita tidak tahu:) ikuti saja alur ceritanya 🙃 Spoiler•__ "Kasih aku alasan. kenapa kamu menolak jadi pacarku" "Karena pacaran diharamkan oleh Agama saya. Saya tidak ingin menukar Nikmat di akhirat dengan nikmat di Dunia yang hanya bersifat sementara saja. karena itu alasan saya" Zia yang mendengar itupun semakin dibuat kagum Oleh seorang rifky, "Dan saya menghormati mbak, saya bukan pria yang memanfaatkan wanita hanya sekadar untuk melampiaskan hawa nafsu semata, karena menurut saya wanita itu lebih berharga dari apapun. mereka patut untuk disayangi bukan disakiti, mereka juga harus di jaga kehormatan nya bukan untuk merusaknya" Deg! Jantung zia tiba-tiba berdebar dengan sangat kencang. Kata-kata pria itu sungguh manis sekali dan membuat hatinya tersentuh. 'Rifky' lelaki itu berbeda dari semua lelaki yang pernah dekat dengannya. ⚠️AWAS BAPER! Harap para jomblo mempersiapkan hatinya :) #DON'T COPY MY STORY!
Todos los derechos reservados
#1
rifky
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Renjana : Arutala Dirgantara [Completed]
  • Pangeran Hingga Jannah I END
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • With You Until Jannah √ || End
  • Shafa (TERBIT)
  • My Sweet Imam [SELESAI]
  • Takdir From Allah (Revisi)
  • Kurindu Baginda✔️ [END]
  • Jodoh Terbaik [TERBIT]
  • DALAM DETAK (SELESAI)

TERSEDIA JUGA DI GOODNOVEL DENGAN JUDUL MUNAJAT PERAWAN TUA "Untuk apa kamu cemas? Apa putrimu terlibat masalah?,"tanyaku. "Apa aku harus mengatakan dengan jelas? Apa menurutmu sekalipun kamu tidak peduli dengan sekitar tidak akan ada yang peduli denganmu?,"tanya Dirga membuatku mengambil tangannya. "Terima kasih sudah membantu. Aku berhutang budi padamu,"ucapku enggan berkilah. "Jangan mengatakan hutang budi, jika kamu tidak mau membayar,"ucap Dirga. "Kalau begitu katakan. Apa yang bisa ku lakukan untuk membayarnya?,"tanyaku. "Menikahlah dengan ku,"ucap Dirga membuatku melepaskan tangannya. "Apa kamu sudah gila? Kamu pria yang sudah menikah, Dirga. Kamu terlalu jauh,"ucapku memalingkan wajah. "Tapi aku duda,"skak Dirga membuat wajahku pucat seketika. -&- Setiap knot kecepatan melaju menembus Cakrawala, sejauh itu cinta yang ku tinggalkan di setiap jejak awan. Saat roda-roda pesawat tidak lagi menapak di ujung landasan, tersisa lah keikhlasan menerima semua takdir. Berpangku pada bait ayat Allah yang terus terlantun merdu. Tingginya langit yang bisa ku tembus tidak membuatku sedekat sujud di penghujung sajadah. Jika serdadu hanya bisa mematahkan senapan di ujung pertempuran dan cendekiawan yang saling beradu argumen di atas meja mematahkan kebingungan. Lantas apakah tidak mungkin meminta Pencipta ku mematahkan takdir yang menjerat? Update seminggu 2 kali😁

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido