Can we??

Can we??

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 19, 2021
Hal yang tidak pernah kusesali ialah bertemu dengan dirimu. Bertemu dan menjalin kisah dengan dirimu adalah suatu hadiah yang sangat berharga. Bahkan, dengan melihatmu tersenyum saja aku sangat bahagia. Tetapi, ada satu hal yang sangat menyakitkan yaitu aku tak bisa memiliki hatimu sepenuhnya. Ya, kita hanya sebatas teman. Can you give your heart to me?
All Rights Reserved
#669
kesal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Just about my feeling 💜
  • Tuhan Cinta Kita
  • Aleysha Please Don't Go!
  • Hijrah Cinta Sang Akhwat Fillah
  • Queen [ tahap revisi ]
  • You are in my past and my future [END]
  • CANDU KU TAK BERUJUNG
  • Hopeless
  • VIOLETTA QUEENZEE ALEXCANDRA

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines