Dibalik SENJA

Dibalik SENJA

  • WpView
    Reads 132
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 15, 2021
"Mengapa kau melakukannya?" Shafia menatap pria disampingnya, matanya bergerak mengisyaratkan ia tidak mengerti maksud pertanyaannya. "Mengapa kau lakukan itu? Hal yang membuat kita jadi seperti ini." Tanya Jonari tajam. Shafia tersenyum simpul, "karena kepercayaan, aku terlalu mempercayainya." Jonari menatap lekat mata Shafia, "Itu bukan kepercayaan, tapi kebodohan" "Yaa.. aku tau, terlalu percaya dan bodoh itu sangat tipis. Aku telah membuktikannya. Jadi, sekarang aku tidak akan mempercayai apapun." Senyuman diakhir kalimatnya menandakan bahwa Shafia sudah lelah dengan semuanya, ia hanya akan mengikuti logikanya. Tidak dengan perasaan dan tidak ada kepercayaan. "Tapi.. aku akan mencoba percaya padamu. Ah, tidak. Sekarang hanya kau yang kupercaya.." sambungnya yakin. "Mengapa?" "Karena aku percaya dan yakin, kau akan menepati perjanjian kita." "Jika aku mengingkarinya?" Shafia menatap Jonari lekat, ada yang aneh dengan tatapan Jonari padanya. Tapi Shafia yakin, mana mungkin dia akan mengingkarinya, sedang kesepakatan itu dia sendiri yang buat. Shafia hanya tersenyum menanggapinya, "berarti kau semakin menjauhkanku dari kepercayaan." "Tidak, kita lihat saja. Apakah aku yang mengingkari janji itu akan membuatmu kembali mempercayai arti kepercayaan sesungguhnya." ••• Mempercayai orang lain itu peluang penghianatan. Terkadang diri sendiri saja tidak bisa dipercayai. -Shafia Ligar Bellvy-
All Rights Reserved
#384
sayang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Full Of Scratches
  • (menuju) Jodoh Halalku [TAMAT]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Informed Consent
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Trust
  • Waktu Awan dan Rembulan
  • Disguise... [END]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines