NOTHING TO LOSE (ONGOING)

NOTHING TO LOSE (ONGOING)

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 13, 2021
Bagaimana jika selama ini kau memperjuangkan sesuatu agar semua orang disekitarmu bahagia namun mereka tidak menghargainya atau bahkan tidak melihatnya? Rumah yang biasanya menjadi tempat pulang bagi sebagian orang, tapi tidak berlaku bagi gadis itu; justru baginya rumah merupakan tempat menyeramkan. Keluarga yang biasanya menjadi tempat berkeluh kesah,namun tidak gadis itu; justru baginya keluarga adalah orang-orang dengan sejuta alasan kesakitannya. tamparan fisik dan batin sudah diterima oleh gadis berambut blonde itu. Angin malam yang begitu menusuk tulang, dibawah hujan lebat gadis itu sesenggukan dengan bibir memucat "Tuhan, kumohon Izinkan aku untuk mati" isak gadis itu Savanna Adreena gadis blasteran spanish-bugisness yang dibalik sifat cerianya ia menyimpan ribuan belatih yang bisa saja meremukkan jantungnya.
All Rights Reserved
#713
bara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • RASSYAQILLA [END]
  • ZERGAN
  • DIANTARA KITA (Slow Update)
  • Transmigrasi bad girl
  • Queenza (Hiatus)
  • ALASKAR
  • Transmigrasi Jenna [bersambung]
  • CHRISTIAN EL DANDELION [ The End ]

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines