the beginning of all

the beginning of all

  • WpView
    Membaca 11
  • WpVote
    Vote 1
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Mar 6, 2021
Hi semua Cerita kedua aku ini bakal beda banget sama yang awal jadi dari pada penasaran yuk capcussss-!! _________________________________________ Gadis mandiri yang berjuang hidup lewat jualan kue tetapi Alhamdulillah masih bisa sekolah sampai SMA itupun harus pintar pintar irit uang dari panti asuhan nya, umur 7 tahun keluar dari panti asuhan nya ingin mandiri. Miris memang tapi hanya bisa sabar dan ikhlas itu jalan satu satunya. Bertahun tahun sampai 3 SMP hingga takdir berbaik hati padanya Apa yang terjadi? _________________________________________ Cukup miskah segitu aja deskripsi CERITA INI BENAR BENAR DARI HALUAN SAYA LALU ISENG BUAT JADI CERITA WATTPAD JADI NO COPAS NO PLAGIAT SEKIAN... HAPPY READING 💓 💗One💗 [06/02] 💗Two💗 [07/02] 💗three💗 [08/02]
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#19
sabar
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Deberìa Redirme? (End)
  • Different [END]
  • Albel
  • My There Alone
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Arsyilazka
  • Air Mata Elara
  • Become an Extra or Main Character [END]

Jika ditanya apa yang spesial dari kehidupan si kembar, Raga dan Arga, mungkin jawabannya tidak ada, andai keduanya tidak pandai-pandai bersyukur. Bagaimana tidak, kepergian sang bunda menjadi titik awal kehidupan mereka yang sesungguhnya. Getir pahit melekat di dalamnya. Arga disalahkan oleh neneknya atas kepergian sang bunda. Lantas rasa bersalah dan trauma yang begitu besar terpatri kuat dalam dirinya, sejak saat itu hidupnya berubah seiring dengan jiwa yang bergonta-ganti mengisi raganya. Kadang, ketika bangun tidur Arga akan merengek layaknya anak kecil yang mencari bundanya. Kadang juga Arga menjadi sosok yang membenci dirinya sendiri, menghancurkan cermin yang ada di kamarnya, lalu berujung menyakiti dirinya sendiri. Raga, nyatanya wajah tampan dan unggul dalam basket tak lantas membuatnya dipandang. Bagi teman sekelasnya, Raga tak lebih dari sampah yang harus cepat-cepat dibersihkan. Bukan Raga tak mau melawan mereka, hanya saja rasanya percuma, mereka terlanjur menjadi budak sekolah yang gila nilai. Lalu, mampukah keduanya menjalani dan melawan segala getir pahit dalam kehidupan? Atau memilih menyerah, berpasrah pada Tuhan? *** Bukan skenario hidup seperti ini yang aku inginkan, memerani tiga tokoh sekaligus dalam satu kali kesempatan hidup. Andai bisa aku ingin terlahir kembali menjadi aku yang hanya satu- Samudra Arga Pratama Aku lelah menjadi senja yang ditunggu dan dikagumi di penghujung waktuku-Samudra Raga Dwitama *** Takkan gugur daun yang menguning itu jika memang belum habis waktunya. Takkan turun rintik hujan itu sekalipun langit telah menggelap jika memang belum saatnya. Pun dengan jantung yang takkan berhenti berdetak jika memang Tuhan belum berkehendak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan