SURAT UNTUK KIRANA

SURAT UNTUK KIRANA

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 6, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Di dalam cerita ini, Kirana hanyalah manusia biasa. Tapi sayangnya, ia memilih untuk menjadi orang yang tak biasa dilihat oleh siapapun. Apapun Kirana, dia tetap yang teristimewa dalam hidup, cerianya, senyum manisnya, baik hatinya dan segala apa yang ia lakukan untukku ternyata membuatku menjadi lebih berarti. Untuk Kirana, semoga bahagia. Izinkan kutulis tentangmu dalam surat-surat pendek.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ADEEVA
  • Your Converse#Wattys2019
  • When I Meet You
  • My Heart
  • Tentang Rasa (TAMAT)
  • Imagination
  • MY LOVELY KODOD BY:JEJE JERVANDI
  • GRIZLEN {On Going}
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
ADEEVA

Hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan, dalam hidup kita akan dihadapkan pada kenyataan yang menyenangkan bahkan yang menyakitkan, tapi kita tidak bisa menghindar dari semua kenyataan itu. Selain itu dalam hidup juga kita akan dihadapkan pada tantangan yang mungkin akan menyulitkan langkah kita, namun dengan semua tantangan itu hidup akan terasa lebih baik. Abigail Adeeva Afsheen, sumber kebahagiaan yang menyenangkan seperti cahaya bintang. orang tuaku memeberi nama itu agar aku dapat berbahagia nantinya tapi kebahagiaan seperti menghilang dari hidupku. Aku sempat berfikir dalam hidupku hanya terdapat sedikit kebahagiaan dan dipenuhi dengan kesedihan dan kehilangan, tapi dengan berjalannya waktu aku bisa memahami masalah terbesar dalam hidupku yaitu aku kurang bersyukur, aku selalu menyalahkan keadaan atas semua kejadian yang menimpaku selama ini sampai aku tutup mata dengan semua yang telah aku miliki, menutup mata terhadap orang-orang disekitarku yang menyayangiku dan terlalu fokus pada orang-orang yang telah pergi dari hidupku, kedua orang tuaku dan kedua sahabatku. Tapi sejak aku bertemu dengan dia, aku bisa menikmati hidupku, aku belajar tentang yang namanya dewasa bersama dia, dia mengajariku banyak hal, mengajariku bagaimana cara bersyukur dan menikmati hidup yang sedang aku jalani, dari dia juga aku belajar bagaimana cara menyanyangi dengan tulus tanpa menuntut balasan apapun.

More details
WpActionLinkContent Guidelines