RIDHA (SELESAI)

RIDHA (SELESAI)

  • WpView
    Reads 1,743
  • WpVote
    Votes 175
  • WpPart
    Parts 45
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 31, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Tuhan mempertemukan, tetapi tidak untuk menyatukan. Aku menunggu, menunggu waktu untuk dapat bersatu, namun ternyata Tuhan lebih mendahului untuk dapat bertemu denganmu. Lantas sekarang aku harus merasa kehilangan atau justru bersyukur karena bisa saja bahwa ternyata Tuhan telah merencanakan kebahagiaan dengan menyatukan aku bersama dengan seorang perempuan terbaik menurut versiNya, sekalipun dia adalah sahabatmu sendiri
All Rights Reserved
#845
rasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PROSA "Proyeksi Rasa" [END]
  • Restu Tuhan
  • Skenario Allah✔[End]
  • PUDAR (Dia datang, hilang lalu pergi) [TAHAP REVISI]
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Aila: Atas Nama Cinta [TERBIT]
  • SYAQIL (Kuliah Tapi Nikah) || TERBIT✓
  • Cinta Ku Dalam Diam Di Pondok Pesantren✅
  • CAHAYA DARI ALYSSA [Sudah Terbit]
  • Dibawah Hujan [END]

Bagi Alfira, persahabatan adalah ikatan tanpa komitmen. Sedangkan sahabat adalah makhluk Tuhan yang siap mendengarkan keluh kesahmu dan memberi solusi dari masalah kehidupanmu. Tapi keadaan memang tidak pernah bisa diprediksi, apa yang dimiliki juga bisa kapan saja pergi. Ketika sahabatnya pergi, Alfira benar-benar kehilangan arah tanpa arti, butuh adaptasi lagi untuk sembuh dari elegi. "Cuma lo Ra! yang menganggap persahabatan ini bukan apa-apa. Ya cuma lo!" ucap Reza kecewa. Namun, ketika semuanya kembali mampukah Alfira berdamai dengan hati? Butuh waktu yang lama untuk sembuh, butuh keadaan yang seirama untuk menempuh. Tapi, bagaimana jadinya jika aku sudah berhasil berlabuh, dengan mudahnya kau kembali dan karamkan lagi kapalku? "Kalo nggak mau jadi pacar gue oke gue terima lo tolak, tapi kalo gue lamar gimana?" ucap laki-laki yang ada dihadapannya. Lalu apa-apaan kali ini? Dengan berani dan percaya diri tingkat tinggi, dia menawarkan diri menjadi awak kapalku? Yang aku yakin, dia pasti mampu membantuku. Namun, bisakah aku melupakan masa lalu? Dan kembali menempuh perjalanan baru?

More details
WpActionLinkContent Guidelines