Story cover for Dancing In the Rain by najaena21
Dancing In the Rain
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Feb 04, 2021
Bukankah dunia sangat tidak adil? Bagaimana bisa seorang lelaki memiliki mimpi tetapi tak mendapat restu orang tuanya, sedangkan gadis yang mendapat izin semesta tak bisa menunjukkan kemampuannya.

Sebercanda itukah alam semesta?
All Rights Reserved
Sign up to add Dancing In the Rain to your library and receive updates
or
#118menulisbarenghacin
Content Guidelines
You may also like
Syal Merah by FabianBadaiAntashena
5 parts Ongoing
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END] by Cacamarica_zzhh7
63 parts Complete
PLAGIAT JAUH-JAUH SANA! "Apa Anda bodoh, malas, dan berambisi ingin mendapatkan nilai bagus? Silakan datang ke tempat kami bersama orang tua kalian, kami akan membuat otak Anda merasakan kesegaran seperti di alam bebas. Tanpa berpikir keras, otak kalian bisa fokus bertumbuh kembang ke hal lain. Silakan menghubungi nomor tertera di bawah ini." Di dunia ini kertas ulangan dan nilai dianggap remeh. Anak adalah ujung tombak untuk para orang tua. Bagaimana jika anak itu mendapatkan hal spesial dari privilege sebagai orang kaya? Mendapatkan serbuk emas yang dijual hanya untuk para orang kaya yang serakah, egois, dan haus akan kepuasan. Ingin mendapatkan apa pun untuk sebuah pencapaian di atas rapor mereka, dengan satu rahasia mudah mereka semua akan mendapatkannya. Asal kalian punya uang. Kisah tentang seseorang perwakilan dari dunia atas, turun ke dunia bawah untuk memperbaiki sistem yang rusak di sekolah pilihan dan malah mendapatkan pesaing penting di sana. "Masa emas untuk anak-anak akan hancur." - Ada tiga pria pernah berkata seperti ini padanya. "Ini maksudku, sejauh apa pun kau pergi aku akan selalu sampai lebih awal di sana, ingat itu." "Aku akan menantikan sifat lugumu yang lain, jadi jika nanti kita bertemu kembali, janganlah menghindar." "Maaf telah membencimu dulu, aku kira anak kecil yang aku temui waktu itu akan membisu hingga sakit itu membusuk selamanya. Tapi, kau mampu menghapus pikiranku padamu saat itu." Mendapatkan ucapan itu dari pengawal dan dua kakak beradik, membuatnya semakin kebingungan dalam emosi yang kosong. Semua hal yang dia suka hilang dalam sekejap, sebab kehadiran mereka yang akrab.
You may also like
Slide 1 of 10
Antara Dendam dan Cinta cover
Syal Merah cover
Ujung Serbuk Emas Segera Hancur [END] cover
anugrah terindah (end) [before takdir indah] cover
Juan [REVISI] cover
PELIPUR LARA CH2 (END) cover
FAMILY? [END] cover
365 Lembar [END] cover
SERENITY (END) cover
SELESAI (Say Goodbye) cover

Antara Dendam dan Cinta

62 parts Ongoing

Ia hanya ingin hidup tenang. Menjalani hari-hari seperti remaja pada umumnya tertawa, belajar, dan bermimpi tanpa beban. Namun hidup tak pernah memberinya kemewahan itu. Selalu ada saja yang datang mengusik, mengganggu, bahkan menyakiti. Tapi ia tak pernah benar-benar menggubris. Baginya, semua itu hanyalah gangguan kecil yang tak layak dipedulikan. Sejak kepergian kedua orang tuanya yang tragis dibunuh oleh musuh lama mereka ia tumbuh dalam sunyi dan kesepian. Luka itu terlalu dalam untuk sembuh, terlalu pahit untuk dilupakan. Hingga ia mengenal cinta. Seketika ia sadar... cinta membuatnya rapuh. Maka ia memutuskan untuk membuang jauh-jauh perasaan itu. Tapi hati tak pernah bisa dibohongi. Di sudut terdalam hatinya, masih ada nama Intan cinta pertamanya, satu-satunya alasan yang membuatnya bertahan sejauh ini. Apakah cinta yang pernah tumbuh itu akan berakhir bahagia? Tak ada yang tahu. Mari kita ikuti perjalanan mereka tentang luka, harapan, dan cinta yang tak pernah benar-benar padam. Sefruit catatan - Terdapat penggunaan nama member - Cerita murni cerita sendiri namun disini nama tokohnya saja yang menggunakan nama-nama member - Dilarang membawa cerita ini ke real life atau dunia asli - cerita bxg ygy