Fall Off [HIATUS]

Fall Off [HIATUS]

  • WpView
    LECTURAS 832
  • WpVote
    Votos 322
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, mar 5, 2021
Namaku Reina Benediximus Caelum. Papa yang memberiku nama itu dengan harapan aku bisa membawa keberuntungan dan keajaiban bagi keluarga Caelum. Aku hidup dikeluarga yang berkecukupan. Namun, aku punya satu masalah yaitu mamaku. Mama mengidap BPD atau gangguan kepribadian ambang. Mama sering marah-marah tidak jelas ketika moodnya buruk atau bahkan berperilaku yang impulsif. Aku berusaha melakukan apapun yang disuruh mama agar mood mama tetap baik. Hal itu terkadang yang membuatku tidak suka dirumah. Meski demikian, aku tetap sayang dengan mamaku. Namun, aku merasakan hidupku perlahan-lahan hancur. Aku kehilangan orang tuaku. Sahabat-sahabatku juga tiba-tiba menghilang. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa dipermainkan oleh takdir. ... "Kamu tidak bisa lari, Reina. Ini adalah takdir hidupmu. Orang tuamu harus membayar atas kelakuan mereka dimasa lalu. Matikan hatimu. Tulikan pendengaranmu dan butakan indra penglihatanmu. Dengan begitu kamu bisa tetap hidup." ~Samuel Danendra Sebastian~
Todos los derechos reservados
#8
mistakes
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Breathe
  • AUDREY
  • Retrouvailles
  • Dia Imam Terbaikku (END)
  • Hidden Tightness (SUDAH TERBIT)
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • AYARA [END]
  • Bumi & Takdirnya
  • My Duchess / End
  • Nathalea
Breathe

[Trigger warning! Efek yang kalian rasakan setelah membaca cerita ini di luar tanggung jawab dan kuasa penulis.] We all here have our own struggles. Hal tersebut adalah sesuatu yang pasti dalam hidup, yang tidak dapat ditentang lagi. Itu pula yang dirasakan oleh Rome. Ia sama seperti kalian. Ia pun memiliki masalahnya sendiri. Memiliki "luka"-nya sendiri. Tak terhitung berapa banyak goresan yang pernah ditorehkan dunia padanya hingga detik kau membaca kalimat ini. Sampai pada akhirnya, ia tidak dapat merasakan luka itu lagi. Kau tahu? Tingkatan sakit yang paling sakit adalah ketika kau sudah tidak dapat merasakan apa-apa lagi. Dan itulah yang dirasakan oleh Rome. Semuanya terasa kebas. Semuanya terasa begitu biasa. Semuanya terasa bagaikan bagian dari hidupnya yang mustahil untuk dihilangkan. Namun tetap saja, luka itu tidak akan pernah hilang dan akan selalu terasa sakit ketika dunia lagi-lagi menggoresnya. Bukan soal fisik, namun soal jiwanya. "Sometimes you gotta bleed to know that you're alive and have a soul." -Twenty One Pilots-

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido