Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
The Celestial

The Celestial

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 4, 2021
Manusia adalah makhluk bodoh. Bahkan jika mereka memiliki kemungkinan tak terbatas, mereka memiliki satu sifat yang tak akan berubah sampai mereka terdesak. Mereka adalah makhluk yang tidak akan pernah merasa puas dan terus haus akan kekuasaan. Karena sejak awal, mereka adalah makhluk yang di takdirkan sebagai pemimpin di planet ini, makhluk yang hidup sebagai alpha dari makhluk lain. Mereka akan melakukan apapun demi apa yang mereka inginkan, bahkan jika itu harus membunuh sesamanya. Benar, pada akhirnya itu adalah apa yang membawa mereka pada kehancuranya. Dan kini, setelah ribuan tahun tertidur setelah menyelesaikan proyek irigasi manusia yang ditugaskan padaku. Aku akan bangun dan melihat hasil dari apa yang aku lakukan. Ya, aku adalah yang terakhir dari manusia era lama. Aku adalalah hasil percobaan terkahir demi meraih keabadian, The Celestial.
All Rights Reserved
#139
lightnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER
  • My Duchess / End
  • the magical forest {CH}
  • DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)
  • Thirteen Grooms And The 'Secret' Bride [CH]
  • RESURGERE: The Andalas Of Nusan [CH]
  • ASRAR [TERBIT]
  • The Soulforged One
  • Revolusi sains di dunia sihir

Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update

More details
WpActionLinkContent Guidelines