ANANDITASWARA [TERBIT]

ANANDITASWARA [TERBIT]

  • WpView
    Reads 4,005,866
  • WpVote
    Votes 177,338
  • WpPart
    Parts 55
WpMetadataReadComplete Tue, Aug 8, 2023
"Mau apa kamu?" "Kamu hanya anak pembawa sial, jangan coba-coba cari perhatian di depan saya, karena saya tidak peduli" "APA KAMU BELUM CUKUP MERENGGUT MARISA DARI SAYA?, DAN SEKARANG KAMU MAU MENGOTORI RUMAH INI DENGAN KELAKUANMU" "Gadis licik sepertimu tidak pantas menjadi anak saya!!. Harusnya Tuhan tidak memberimu nyawa!!." Dia Ananditaswara, begitulah kata-kata yang ditujukanya, mendapatkan perlakuan tak menyenangkan dari orang-orang terdekatnya karena tuduhan menjadi penyebab kematian ibunya. -Jika mata ini yang menjadi penyebab kebencian kalian, aku lebih rela hidup dikegelapan, dari pada melihat tatapan benci kalian. Bara, laki-laki yang dicintainya dengan begitu tulus, menambah penderitaanya. Pernah kehilangan sumber kebahagiaanya mengubah kepribadian Bara. Gangguan perilaku Ara semakin parah ketika Bara telah menemukan sumber kebahagianya. Bara memberikan luka terdalam untuk Ara. -Katanya semua indah pada waktunya, tapi kapan waktu itu akan tiba. -Apa Tuhan sangat menyayangku, sampai ia memberikanku ujian yang luar biasa. Peyesalan memang selalu datang di akhir... Dan dia adalah definisi dari toxic relationship. _______ Rangking # 1 Depression (3/04/2023) # 1 Sad (7/04/2023) # 1 Fiksi remaja (8/04/2023)
All Rights Reserved
#237
depression
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • Mengulang Waktu
  • Dear You
  • Silence Of Tears (TERBIT)
  • Don't Leave Me (TAMAT)
  • Tears Of Sincerity [TERBIT ✓]
  • AYARA [END]
  • Deep Blue (END)
  • Menyerah atau Bertahan?
  • ALSTARAN [END]
  • Rintik Hujan
  • FRIEND ZONK
  • Rekal Rara [END]
  • Rainie ( END )
  • ALVIVA (END)
  • Breathe
  • Sefrekuensi {ON GOING}

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines