Senyum Mentari Semu

Senyum Mentari Semu

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 12, 2024
Badai suram telah menerpa keluarga gadis kecil bernama Mentari Hulya Syakilla. Kebahagiaan yang pernah ia dapatkan, hilang dalam sekejap mata. Sejuta cita yang ia torehkan tuk membahagiakan orang tuanya, tertunda tuk diwujudkan. Satu keinginan mulia yang membuat ia selalu bersemangat menapaki terjalnya jalan kehidupan, yaitu ingin menyatukan kembali ayah dan bundanya seperti sedia kala. Akankah hal itu tercapai, atau malah sebaliknya?
All Rights Reserved
#85
pertikaian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • ATMA: Menuju Sembuh
  • Jalan Pulang
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Hijrah Aliva
  • "Cemara tapi di dalam nya berantakan"
  • Tak Sejalan
  • Pulang Tanpa Arah
  • Moon Without Light [TERBIT]
  • Cinta dan Tacenda

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines