Senyum Mentari Semu

Senyum Mentari Semu

  • WpView
    Leituras 129
  • WpVote
    Votos 31
  • WpPart
    Capítulos 26
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, out 12, 2024
WpInfo
Fanfic
Badai suram telah menerpa keluarga gadis kecil bernama Mentari Hulya Syakilla. Kebahagiaan yang pernah ia dapatkan, hilang dalam sekejap mata. Sejuta cita yang ia torehkan tuk membahagiakan orang tuanya, tertunda tuk diwujudkan. Satu keinginan mulia yang membuat ia selalu bersemangat menapaki terjalnya jalan kehidupan, yaitu ingin menyatukan kembali ayah dan bundanya seperti sedia kala. Akankah hal itu tercapai, atau malah sebaliknya?
Todos os Direitos Reservados
#814
sendiri
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • A Light Far in Sight
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Cinta dan Tacenda
  • Not Home [TAMAT]
  • Jalan Pulang
  • Tak Sejalan
  • Dancing In The Wound
  • ATMA: Menuju Sembuh
  • Askara Leonard (Re-Upload) [END]

[TAMAT - Genre : Horror, Drama, Slice of Life] Seorang ayah terpisah dari putra semata wayang. Baru belasan tahun setelahnya sang putra menyadari hal itu. Karto hanyalah seorang pemuda yang polos dan hidup dalam keluarga sederhana. Suatu hari dia tanpa sengaja bertemu seorang bapak pendiam yang terlihat murung dan lemah. Ada desiran hebat antara keduanya seolah memberi pertanda. Karto belum menyadari saat itu. Namun berbeda dengan sang bapak, Ardi namanya. Dia merasa menemukan pelita hidupnya yang hilang, mengingatkan pemuda itu akan putranya yang lama hilang. Orang itu tidak bisa berhenti memikirkan pemuda itu sejak pertemuan tak terduga itu. Perlahan waktu dan tempat mengungkap fakta tersembunyi, terlepas mereka berdua punya dinamika kehidupan masing-masing. Karto mengetahui sisi lain dari kedua orang tua yang selama ini mengasuh dirinya sejak kecil. Ia juga bertemu dan bicara langsung dengan bapak Ardi, mengisi jiwa hampa bapak itu setelah ditinggal orang tercinta. Pelita hidup bapak itu bergerak menggapai, hampir menyentuhnya. Hingga sesuatu mengacaukan kesempatan itu berkat sebuah buku simpanan milik Ardi, buku pembawa kesialan, buku pengacau kehidupan, mengira buku itu adalah petunjuk jalan menempuh sepak terjang hidup yang merana. Pelita terang yang tampak di kejauhan hilang dalam sekejap, terlepas hingga orang itu jatuh ke dasar jurang kehidupan.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo