"Gak ada laki-laki tulus di mata wanita yang trauma,"
"Ada. gue,"
"Dih, maksa,"
"Dih bodo amat, benci banget gue,"
"Gak apa-apa, ayo benci aja," wanita ini berbicara dengan yakin dibarengi senyuman indahnya.
"Gak, gue gak benci lo. Gue benci sama orang yang sudah ninggalin luka sama wanita secantik lo, semua tentang lo itu cantik, semua tentang lo itu baik, brengsek emang yang nyakitin lo,"
Acacia Anastasya tidak membayangkan jika saat itu dirinya salah mengambil keputusan. Namun, dirinya bersyukur karena mengambil keputusan yang benar. Tolong ingatkan Aca perihal berterima kasih kepada Semesta, jika tidak maka akan ada yang mengamuk lagi.
Cus gaslah baca, yakali ga baca fren.
Start : 27 Desember 2022
End : -
Ini tentang dimana seorang perempuan yang lahir ke dunia, dengan kekuatan jiwa yang begitu besar ia miliki. Tentang rasa, dimana semesta seperti tak merestuinya untuk bahagia. Tentang bagaimana ia menjalani hidupnya, walau memang kebanyakan bersedih.
Broken home, bullyng, gangguan mental, hingga toxic relationship membuatnya harus kuat dalam menjalani hidup yang tak selalu sejalan.
Devan, lelaki itu hadir kembali untuk menyediakan ia bahu, juga dekapan pelukan yang begitu hangat. Orang yang akan selalu merangkul, juga memberi semangat.
____
"waktu itu semesta terlalu jahat, sampai menyisahkan luka yang tidak akan pernah sembuh sebelumnya."
"mau seberapa banyak orang yang bilang 'semangat' kalau pada akhirnya kita terlanjur rapuh, ya rapuh."
____
"boleh lelah, asal jangan menyerah, apalagi sampai balik arah."
____
Semoga, cerita ini bisa membuat kalian ikut bersyukur atas hidup yang dijalani. 🖤
jangan lupa untuk selalu vote dan meninggalkan jejak di kolom komentar ya🥰
Masukkan juga cerita ini ke daftar favorit bacaan mu❤️
#1 in depressi (01-01-2022)