ISERPED
  • WpView
    Membaca 1,637
  • WpVote
    Vote 188
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Nov 6, 2022
"Lo boleh mati, tapi dengan satu syarat." "S-syarat?" "Harus gue yang bunuh." Algiebra Arcasuara adalah pecundang. Leya bahkan bisa mencium aroma kekalahan dari laki-laki itu dalam jarak seratus meter. Tidak ada yang menarik dari Algiebra, kecuali satu hal; laki-laki itu sangat profesional dalam hal dendam. Hal itu cukup menghibur untuk Leya. Sedangkan bagi Algiebra, Leya Askardewa adalah langit yang kokoh. Perempuan itu kerap kali menakutkan dengan petir dan gunturnya. Algiebra bahkan tidak berani menerka isi kepala perempuan itu. Algiebra terlalu takut untuk menebak lapisan langit. Salah tebak sedikit, bisa saja nyawanya terancam. Tidak ada kesamaan di antara keduanya, kecuali satu hal; cara mereka memaknai kata 'mati'.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#5
leya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I'M ANTAGONIS [END]
  • The Angel Diamond(Triple A Double L) Vs The Black Devil(Double A Triple L) Mafia
  • BALAS DENDAM! ✔
  • LOVE IN REVLAZ
  • LEADER MAFIA GIRL [END]
  • Edgar : Between Chaos and You
  • Archibald: The Star, The Fire & The Shadow
  • Psychopat [SELESAI]
  • DAKSA [END]

"Lo lagi-lo lagi. Bosen banget gue liat muka lo!" Bentak Ratu kepada seorang lelaki didepannya. "Seharusnya gue yang bilang begitu" Lelaki bernama Raja itu merotasikan bola matanya malas. "Awas aja ya lo! Sekolah ini, bakalan gue kuasai!" Tantang Ratu menatap rendah Raja. "Jangan mimpi. Gue ketua kelompok Achilles di sekolah ini! Jangan harap lo bisa hidup tenang di sekolah ini" "Lihat nanti, lo atau gue yang bakalan mempimpin sekolah ini!" Tantang Ratu menatap tajam Raja. Raja dan Ratu, keduanya kerap di panggil sebagai para tokoh Antagonis di SMA Angkasa, bukan karena tingkah mereka yang nakal, tetapi karena keduanya yang memiliki catatan kriminal di usia muda. "Kami adalah seorang antagonis yang menginginkan kebebasan" 🔸🔸🔸🔸🔸🔸 PARA JINGAN COPAS PERGI ATAU GUE HEMPAS!!!

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan