bagaimana aku bisa melupakan mu dalam waktu singkat ini.sedangkan tentang mu saja sudah Ku jadikan candu disetiap waktu."tetap menjadi diri Mba sediri saja ya,aku sudah suka,kita perbaiki sama-sama"ucapmu kala itu.bagiku itu sudah meyakinkan ku tentang rasamu padaku.
bagaimana aku bisa melupakan sosok yang sangat berpengaruh dalam hidupku.seseorang yang namanya saja tak pernah absen di deretan de do'a yang aku langitkan.
kuatkah aku menerima kenyataan ini?
mampukah aku menghadapi takdir yang tak berpihak pada cerita yang kita jalani ini?
entahlah,setelah rasa patah hati ini,aku tak yakin ada seseorang yang bisa membangkitkan ku dari keterpurukan ini.sepertimu dulu yang pernah berusaha membangkitkan dan dirimulah yang juga menjatuhkan ku.lebih sakit dari sebelumnya.
mau tau kisah selanjutnya?
yuk baca.dan jangan lupa untuk vote and komen
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang