BESTFRIEND!
  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 4, 2021
Perasaan memang sering muncul secara tak sengaja dan kau tak bisa memilih perasaan itu melaju kearah siapa. Ketika yakin pada satu sosok, kau akan menaruh hatimu padanya. Selain hati, harapan juga kau taruh pada sosok itu, kau berharap pada sosok yang akan memenuhi ekspetasimu. Ekspetasi tentang hal-hal uwu yang dapat kau lakukan bersamanya, mungkin jadi hal paling sering berada di kepalamu ketika kau melamun atau melakukan aktivitas yang dirasa bisa menjadi suatu hal bersama. Namun, bagaimana ketika kau menaruh perasaanmu itu terhadap sahabatmu?Kau menganggapnya bukan lagi sebagai sosok sahabat tapi kau mengharapkan lebih dari itu. Memperjuangkan hubungan yang lebih, yang kau yakini akan berjalan sesuai dengan semua rencanamu. Mengungkapkan perasaan yang kau rasa memang untuknya. Bagaimanakah ini semua akan berjalan?Akankah memang rencanamu yang Tuhan aminkan?atau patah hati jadi bagian utama dan penting kisahmu?Kehilangankah jadi jawaban semua ini atau kebahagian akan menjadi hal mengejutkan dalam perjalanan ini? "Lalu bagaimana kalau aku bilang, aku yang punya rasa itu padamu?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Everything Happens for a Reason
  • Aku Kamu Dan Dia
  • ONE MORE TIME
  • Secret Admirer
  • In Case
  • SalFlo
  • Dear Future (new version)

Segalanya terjadi begitu cepat. Otakku belum bisa bekerja maksimal untuk mengerti apa yang sedang terjadi. Kalau saja aku tahu hal ini akan terjadi, aku akan menggunakan waktuku sebaik - baiknya. Aku akan mengukir kenangan terbaik bersamanya. Aku akan berada di sisinya di saat - saat terakhirnya. Mengapa ini terjadi begitu cepat? Aku masih sulit mencerna apa yang terjadi. Aku bertemu dengannya seperti baru kemarin saja. Bersama dengannya membuat waktu seolah - olah berhenti. Membuatku tidak bisa memikirkan apa - apa selain kebersamaanku dengannya. Itu sungguh menyenangkan. Rasanya aku ingin membunuh waktu agar waktu tidak berjalan dan aku dapat terus bersamanya. Sekarang, kebersamaan itu hilang begitu saja. Lenyap ditelan bumi. Andai aku mempunyai mesin waktu, aku tidak akan membiarkan hal ini menimpa dirinya. Aku tidak mau kehilangan dirinya. Waktu. Sekarang aku jadi membenci waktu. Mengapa waktu tidak bisa memberi pertanda bahwa sesuatu akan terjadi? Mengapa waktu terus berjalan begitu saja tanpa memikirkan perasaan orang lain? Perasaanku. Semua hal yang kupercaya berbalik menentangku. Aku tidak tahu apa yang harus kupercayai.

More details
WpActionLinkContent Guidelines