Kisah Tanpa Kasih

Kisah Tanpa Kasih

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Jul 17, 2022
Sejuta tatap tanpa arti. Membawaku melangkah tanpa pasti. Hadirmu layaknya simphoni. Sendu melodi menyayati hati. Luka yang tak lagi dapat disembuhkan. Kembali kau torehkan lebih dalam. Jangan datang, jika hanya ingin melukai. Jangan kembali, jika tak sungguh-sungguh ingin menemani. Aku tak butuh kalimat gombalan, yang kubutuhkan adalah kepastian. Pergilah, hati ini hanya selembar kaca yang rapuh dan mudah pecah. Tak akan sanggup bertahan, jika terus menerus kau tuangkan lava di atasnya. Dia akan pecah dan porak-poranda. Hancur lebur menjadi debu, tanpa adanya jejak yang mampu untuk mengingatnya. Aku hanya ingin bahagia. Jika kau tak mampu memberikannya, tak apa. Aku tak akan memaksa. Namun, jangan juga memaksaku untuk tetap kuat menghadapi segala keegoisanmu. Marilah hidup, dalam dunia kita masing-masing. Saling melepaskan dan melupakan segala yang pernah di antara aku dan kamu, yang menjadi kita. Biarlah masa lalu menjadi pembelajaran untuk kita di masa depan. Tak perlu saling membenci, tapi tak perlu juga saling menerima. Cukup anggap, bahwa semua ini adalah sebuah kesalahan yang tak harus diperbaik dan dikenang. Mari melupakan, apa yang harus dilupakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • 𝐅𝐑𝐈𝐄𝐍𝐃𝐙𝐎𝐍𝐄 𝟐 [𝐄𝐍𝐃]
  • Segala Tentangmu ❝
  • Jejak
  • (✔) Save Me Please!!
  • CLARA
  • Stain
  • Stay With Me

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines