We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
GIRLBOSS
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 5, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Stephanie Jordie Siapa yang tidak mengenalnya,Seorang Girlboss yahg hidup di dunia nyata persis seperti tokoh wanita di novel. Elegan,kaya,seksi,dan Sempurna, sesuai impian setiap wanita ataupun pria di dunia. baca aja oke,ini cerita pertama aku><
All Rights Reserved
#9
girlboss
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Beloved CEO : CEO Tercinta
  • Extraordinary Love
  • MY BOSSYFRIEND
  • LOVE , FETISH
  • Don't Leave Me Alone
  • DARI RAPAT AKHIRNYA KU DAPAT
  • Perempuanku | I'm And My Lady (s) II
  • Marriage Absurd (Tamat)
  • Bosku Selingkuhan ku
  • FIRST LOVE

Completed ✅ Bagi Stella Francis, bekerja di Peters & Co. adalah tiket satu arah menuju hidup yang lebih layak, walau itu berarti harus mengenakan sepatu murah yang lecetnya tak bisa disembunyikan, menyimpan bekal dalam kotak makan anak-anak, dan tetap tersenyum lebar sambil membawa lima gelas kopi untuk rekan satu tim. Ia tahu dunia kantor tak selalu ramah, apalagi jika atasannya adalah Stefan Peters, seorang CEO yang lebih nyaman berbicara dengan spreadsheet daripada manusia. Namun Stella bukan tipe wanita dua puluh tujuh tahun yang mudah surut. Di balik sikap riangnya, ada keteguhan yang telah ia tempa, bahkan oleh Stefan yang dikenal dingin. Perlahan, celah-celah kecil terbuka. Dalam ruang-ruang diskusi larut malam dan proposal yang disusun berdua, Stefan mulai melihat sisi lain dari Stella, bukan hanya sebagai rekan kerja dan karyawati yang selalu bersinar, tetapi sebagai seorang perempuan yang hidupnya ditambal oleh keterbatasan dan tak pernah kehilangan cahaya. Keduanya berjalan di garis tipis antara profesionalisme dan sesuatu yang jauh lebih personal. Karena ternyata, yang paling sulit bukan menjaga jarak, melainkan pura-pura tak merasa apa-apa. Tapi bagaimana jika yang coba mereka hindari justru satu-satunya hal yang layak diperjuangkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines