StupidBoy's

StupidBoy's

  • WpView
    LETTURE 1,840
  • WpVote
    Voti 829
  • WpPart
    Parti 17
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 9, 2021
{Jan lupa follow akun aku ya} Dan maaf kata-kata cerita di bawah ini ga terlalu baku,jadi mohon bijak dalam membaca __________________________________________________ prolog "pantes aja pala lo gatal ya, ada kutu Ama keluarganya di pala lo" selatan mengambil sesuatu yang ada di kepala Amaya yaitu kutu "ihh,pantes aja gatal tan ada penghuninya ternyata" "Yaudah lo duduk di bawah biar gue cariin ampe bersih pala lo" Amaya hanya diam dan menuruti apa yang di katakan oleh kekasihnya itu "banyak bet dah ni kutu mau demo apa?" tanya selatan dengan polosnya __________________________________________________ Selatan Asgara Agustion, cwok cool nan kaya raya,berwajah tampan, berbadan kekar, badboy, gila, bengek, ayahnya adalah CEO ternama di Indonesia ia pun keturunan dari darah biru,tetapi di balik itu semua selatan tidak bersikap sombong ataupun pandang bulu, dia adalah anak baik juga pintar. Amaya Ayunda, cewe rewel dan juga badgirl,berwajah cantik, bertubuh mungil, agak gesrek, bengek, ayahnya pemabuk dan suka melukai fisik Amaya, bertolak belakang Dengan keluarga selatan Amaya hidup dengan sederhana, ayah dan ibunya bercerai karna sang ibu menikah lagi karna tak tahan dengan sikap suaminya yang suka mabuk dan melukai fisik, lebih tepatnya Amaya adalah anak broken home. Devi Aulia, cewe baik dan perhatian, sahabat Amaya, anak orang kaya, berwajah cantik, bertubuh sedang, sama dengan Amaya dia juga sama gilanya, namun hanya Devi yang mengerti tentang Amaya Ferdy Nugroho, cowo cool, berbadan atletis, berwajah tampan, dia anak dari keluarga Nugroho yaitu Hermawan Nugroho, dia sahabat selatan dari mereka dalam kandungan, ya karna kedekatan dari ibu mereka yang hamil bersamaan di tambah ortu mereka bersahabat, sama halnya dengan selatan dia juga badboy __________________________________________________
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Satria Dirgantara [Complete]
  • About us (END)
  • ajinanta (OM GOING)
  • Queen Mafia & Demon
  • RIANA
  • Tepi Lintang
  • Ibu Susu Anak Hot Duda

Namanya Satria Dirgantara. Seperti namanya, ia seorang kesatria, tapi ... kesatria tanpa senjata. Membuat dirinya mudah sekali terluka. Dan, jadilah ia remaja enam belas tahun yang berteman akrab dengan luka. Remaja yang memiliki senyum secerah senja dan tatapan sekelam samudra. Jika sudah tersenyum secerah itu maka topengnya nyaris sempurna, menyembunyikan goresan panjang tepat di dada. Tak akan ada yang tahu kalau ia sedang berpura-pura bahagia. Sebab rasa sakitnya, tak akan ia biarkan siapa pun tahu seberapa beratnya. Cukup orang-orang menilai bahwa ia adalah sosok paling bahagia di dunia. Namun, benteng pertahanannya mulai goyah semenjak ibunya telah tiada. Padahal ia hanya punya ibu saja di dunia. Lalu, lelaki itu datang, memberinya ucapan penenang, juga peluk hangat yang entah kenapa membuat dia bisa merasakan hangat pelukan Sang Ayah yang selama ini hanya ia damba dalam bayang-bayang. Lelaki itu memperkenalkan namanya sebagai Fandi sekaligus ayahnya. Kemudian semua berjalan begitu saja. Keluarga Fandi yang awalnya baik-baik saja itu hancur karena kedatangan Dirga. Membuat ibu dari dua anak kembar Fandi yang lain pergi dari rumah, dan Dirga harus menerima tatapan tak suka juga perlakuan kasar dari salah satu abang kembarnya. . "Gue emang enggak pantas jadi adek lo berdua, Bang."--Satria Dirgantara . "Gue bukan abang lo, jadi stop panggil gue 'abang'. Satu lagi, Fian juga bukan abang lo. Dia cuma punya satu adek, yaitu gue." --Refino Aditya . "Kalau disuruh memilih antara kalian berdua, jelas gue enggak bisa milih salah satunya. Karena kalian berdua sama-sama adek gue."--Refian Aditya

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti