A WAR
  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 14, 2023
"Pulanglah dengan selamat. Aku menunggumu." Lambaian tangan menjadi penutup di senja itu. Dua kalimat yang menjadi pembungkus Ahya dalam perjalanan menghadapi perang. Mengabdi pada negara, merelakan keluarga dalam tahanan kekejaman pihak asing. Namun apa daya, 2 tahun tanpa kabar membuat wanitanya menyerah. Merelakan dirinya untuk bersama pria lain. Merelakan kebahagiaan, walaupun sebenarnya ia juga merasa tersiksa. "Semoga Tuhan memberkati pernikahan kalian." Adalah yang diucapkan Ahya pertama kali saat bertemu wanitanya. Penantian panjang memang terbayarkan. Setelahnya, ia akan menghilang. Entah menjalani kehidupan baru, ia juga tidak yakin. Asal wanitanya bahagia, ia juga ikut bahagia. Sesederhana itu.
All Rights Reserved
#506
2018
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • reunited | zjm ✔
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Stay With Me [Tao EXO Fanfict]
  • My Precious Husband
  • Young Papa
  • TVSL - The Villainess's Second Life
  • ✔Let Me Love You One More Time:I'm too stupid to continue to be trapped.
  • sebening Cinta azzahra
  • A Journey with You

‼️F I K S I‼️ 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 (adj) : tak tergantikan 🍀🍀🍀🍀🍀 "Buat Kakak," ucap seorang wanita muda mengeluarkan sebuah amplop putih yang tercantum nama sebuah rumah sakit. "Buat aku? Rumah sakit? Kamu sakit?" tanyanya yang dibalas gelengan kepala oleh sang kekasih. Angkasa mengernyitkan keningnya, tangannya meraih amplop tersebut dan membukanya. Seketika wajahnya berubah pias seolah darah direnggut paksa dari wajahnya hingga membuat pucat sempurna seiring iris kembar legamnya menelusuri deretan kata yang tertera diatas kertas putih tersebut. "Aku hamil, Kak. Kata dokter anak kembar dan umurnya sudah 3 minggu." Seiring kalimat itu terucap, nadanya merendah hampir tak terdengar kalau Angkasa tidak memberi fokus padanya. "Gimana bisa? Senja, kita baru ngelakuin itu sekali. Enggak mungkin langsung jadi. Senja, bilang sama aku. Ini bukan anak aku kan?!" "Bukan anak kamu? Kakak nuduh aku ngelakuin itu sama orang lain, iya?" "Gak mungkin. Keluargaku gak punya keturunan kembar. Gak mungkin itu anak aku, Senja! Bilang sama aku, siapa yang udah menghamili kamu?" Setetes air terjun bebas dari pelupuk mata. Hatinya terluka begitu dalam sebab kalimat yang terucap bagaikan belati yang menyayat setiap lapisan hatinya. Senja sama sekali tidak pernah menyangka jika kalimat itu terucap dari bibir pria yang kerap kali menyatakan besarnya cinta yang dimiliki untuknya. Lantas apa sekarang? Dimana rasa cinta yang selalu digaungkan di telinganya itu? Bahkan Senja mendadak kehabisan kata. Senja seperti tak mengenal sosok didepannya. Asing. "Gugurin. Kalau kamu masih cinta sama aku, gugurin. Aku bakalan tetap menerima kamu asal kamu gugurin kandungan kamu." Kalimat terakhir yang Senja dengar sebelum kaki jenjangnya membawa tubuhnya melangkah pergi dari hadapan pria yang dicintainya itu tanpa ada niatan menoleh sedikitpun ke belakang meninggalkan Angkasa yang masih diam seribu bahasa tanpa berniat mengejarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines