Lengkara

Lengkara

  • WpView
    Reads 417
  • WpVote
    Votes 54
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 27, 2022
"Mulai hari ini, aku bertekad untuk berhenti merindukanmu. Terimakasih atas segala waktu yang kau luangkan untuk bersama denganku. Tapi, aku tidak akan pernah bertekad untuk berhenti mencintaimu." - Gracellia Abigaly. "Kalau suatu hari nanti aku menikah dengan seorang perempuan yang seiman denganku. Kamu rela, kan?" - Bima Prasetya Dirgantara. Berbeda keyakinan, berbeda suku, dan juga berbeda persaan. Itulah garis takdir Bima dan Grace, kedua sahabat yang menjadi definisi "Lengkara" yang sebenarnya. Sungguh tidak mungkin, mustahil, dan tidak boleh untuk keduanya bersatu. Namun, keduanya saling tak rela untuk melepaskan satu sama lain. Bagaimana nasib keduanya? Apakah mereka akan menentang takdir agar bisa terus bersama? Atau akhirnya mereka bisa saling melepas satu sama lain dan tak akan pernah melupakan kenangan indah yang pernah dilalui bersama selama bertahun-tahun lamanya.
All Rights Reserved
#19
akmil
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DENTING  [Revisi]
  • Restu Tuhan
  • Cool Boy & Gadis Halu
  • ANTARA KITA DAN CERITA
  • Cool Beauty
  • DEVIAN [END]
  • TAMARA
  • IQHA (Completed)
  • Satu Langkah
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]

Kebersamaan dapat membuka celah dihati seiring berjalannya waktu. Berada disampingmu itu sebuah kenyamanan bagiku. Kamu yang selalu sabar, kamu yang menantiku, kamu yang bertahan disaat aku juga sedang bertahan untuk orang lain. Hingga orang yang aku perjuangkan ternyata mengecewakan. Tapi aku sadar, betapa hati ini kosong. Kau pergi membawa hatiku tanpa membawa diriku. Hatiku dibawa olehmu, aku tak dapat merasakan apapun selain kehangatan jiwamu. Namun, kamu pergi tanpa sempat memberi hatimu, Juga kau biarkan hatiku terkurung disana. Aku jatuh hati padamu. Sedangkan kamu terlalu mudah menjatuhkan hatiku. Kamu melupakanku, menjauhiku. Dan aku hanya bisa diam, menyadari semuanya berjalan menjauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena ku rasa ini sudah sepantasnya aku dapatkan, mengingat dulu aku-lah yang lebih banyak menyakitimu. Dan itu seperti bomerang, kembali menyerang balik diriku. Aku tak dapat mencegahmu pergi. Dan kamu, diam-diam menjemput perempuan masa lalumu. Namun, aku terlalu bodoh untuk mengetahui perasaan orang macam kamu. Yang aku tahu, cinta itu mudah. Dan ternyata aku salah. Bahkan, aku salah telah memilih orang. ----- Note: Hargai tulisan karena menulis butuh pemikiran, waktu, dan imajinasi yang tak semudah saat membacanya saja. Dan lapor ya, kalo kalian menemukan cerita yang sama seperti ini, makasih ☺

More details
WpActionLinkContent Guidelines