Es Lilin Cinta

Es Lilin Cinta

  • WpView
    LECTURES 45
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., mars 8, 2021
Silver sudah lama tinggal di Indonesia karena ia memiliki istri orang Indonesia. Akan tetapi, beberapa bulan yang lalu istrinya pun meninggalkannya dengan pria lain tanpa sebab yang pasti. Silver pun mencari keberadaannya sampai saat sampai di kota Bandung, Silver melihat seorang gadis penjual Es Lilin yang wajahnya mirip dengan istrinya. Wajahnya tak seratus persen mirip hanya mirip dari bagian mata dan bentuk wajah saja. Niat mencari istrinya Silver malah tertarik pada gadis itu. Silver mulai mencari tau bagaimana bisa dekat dengannya? Sampai Silver pun berbohong tentang identitasnya dan berpura-pura kehilangan Pasport dan Visa agar bisa dekat dengannya. Akan tetapi ada masalah yang saat Silver mendekatinya. Benarkah Silver benar-benar jatuh cinta pada gadis penjual Es Lilin atau hanya sekedar terpukau karena gadis tersebut mirip dengan istrinya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Aksara Lingga
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Cintaku bersemi di kota Sydney
  • Maafkan Aku Yang Masih Pacaran [SUDAH TERBIT]
  • The Main Character (END)
  • In A Rush (Selesai)
  • KALINDRA
  • Rohis vs Gus Pesantren (Proses Penerbitan)

"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu