Kami no buki (god's weapon)

Kami no buki (god's weapon)

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 17, 2021
Dunia ZeLane, dunia yang sungguh indah, ras-ras yang berdampingan, tidak ada peperangan, itulah yang terjadi sebelum dewa kehancuran datang kedunia itu. Peperangan, pembunuhan, perebutan kekuasaan, terjadi di semua benua. Shiro Kazuya, dipanggil kedunia ZeLane sebagai pahlawan, dia tidak tau apa yang terjadi ribuan tahun tersebut. Dia hanya diberi tahu bahwa musuh dunia ZeLane adalah ras iblis, ras terkuat di dunia ini Apakah dia akan menguak kebenaran tentang dunia tersebut.? Ataukah akan terhasut oleh sang dewa kehancuran.? "Semua yang menggangguku,akanku bunuh. Walaupun itu dewa sekalipun" __________________ Haii semua, authornya newbie nih jadi maafin ya kalo jelek :v Dan author meminta kritik dan saran sebanyak-banyaknya karena author tidak bisa bikin lighnovel, cuma gabut doang :v Terimakasih :)
All Rights Reserved
#381
overpower
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lazarus Chest
  • The Miracle Of Crystals
  • Recurring Abyss ( Volume 0 )
  • POM #1 The Return of the Witch [END]
  • The Exiled Hero of the Underworld
  • The Alliance of Clans from the Earth
  • THE SEVENTH BLOODLINE
  • The Witch's Liveliness✔ [2]
  • " SATRIA "

Sebelum kalian membaca kisahku ini, ketahuilah satu hal: Penyihir itu nyata. Dan mereka kuat. Sangat kuat melebihi bayangan kita. Berabad-abad silam para penyihir diburu, dipersalahkan atas berbagai kejadian. Sekarang, setelah sejarah kelam hasil pemikiran barbar berlalu, kamilah yang harus menanggung karmanya. Mereka datang dalam jumlah banyak dan kekuatan penuh. Dengan satu sapuan, mereka menghancurkan seluruh pasukan dan membumihanguskan seluruh ibukota. Dengan satu alunan nada lembut, mereka mengirimkan kutukan yang membinasakan kami semua. Sebagian dari kami yang hidup tidaklah beruntung. Yang tidak punya tekad harus menerima dirinya menjadi kambing ternak, menyokong kebudayaan baru yang berdiri dari sisa-sisa abu kota-kota yang telah hancur dan mayat keluarga yang bergelimpangan. Sementara yang memiliki tekad lebih kuat dan mencoba melawan harus berakhir mengenaskan dan digantung mayatnya di depan khalayak selama berhari-hari. Seolah kehidupanku belum cukup buruk, aku harus berurusan dengan segerombolan perompak apatis yang hanya memikirkan uang dengan pemimpin mereka yang buruk rupa seburuk perangainya. Selama bersama kelompok perompak Black Mary itu, aku diperkerjakan di kapal yang semuanya berisi laki-laki. Kini satu-satunya hal bagus yang tersisa hanyalah tidak ada yang menyadari bahwa aku perempuan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines