Mawar tak berduri

Mawar tak berduri

  • WpView
    Reads 67
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 14, 2021
Ketika sebuah mawar tak berduri, apa ada di benakmu? pasti ada pikiran bahwa mereka dapat mudah untuk di ambil bukan? tidak perlu takut lagi akan duri yang akan melukai tanganmu. Setelah dipetik kemudian mencium bau harumnya, setelah itu dibuang begitu saja. setelah dibuang, mana mungkin akan ada orang lain yang akan memungutnya kembali. Mawar itu ibarat sepertilah yang terjadi pada Aulia Izzatunisa, gadis manis itu harus menahan malu atas kebejatan orang yang telah merenggut kehormatannya. Akankah Aulia dapat menjalani hari-hari di pengasingannya? (Mohon maaf jika Aishi melakukan kesalahan dalam cerita ini. Aishi hanya menyalurkan apa yang ada pikiran.) Jika kalian suka, jangan lupa follow vote and coment cerita ini.
All Rights Reserved
#739
sabar
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Benalu [Terbit]
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • PERFECT ROSE
  • Rose Petals [ COMPLETED ]
  • Waktu?
  • Teen Unplanned Pregnancy
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • ARISYI EL QATHYA

"Bahkan ibunya sendiri membuang anak itu." Semesta pun menghiraukannya, seperti bayangan yang tak pernah di anggap ada, seperti benalu yang tidak pernah di inginkan kehadirannya. *** Nyatanya, ada hasil yang menghianati usaha dan tidak semua usaha akan di kabulkan dengan hasil yang baik. Ya, Teresa sadar hal baik tidak akan pernah ada dalam kisah hidupnya. Benalu akan tetap menjadi benalu, sang penganggu yang tak pernah di inginkan ada. Tangisan pilu selalu keluar dari mulutnya yang menyimpan banyak kisah luka, entah waktu kecil atau bahkan sampai sekarang. "Seharusnya anak seperti kamu tidak lahir dari rahim saya!" ucap wanita itu dengan tatapan penuh kebencian. Teresa Audiyatama. Seseorang yang berusaha menghilangkan label 'benalu' dan 'anak pembawa sial' di dalam diri dengan berbagai cara. Sakitnya di permainkan, di jadikan alat balas dendam, mendapat penghianatan yang begitu menyakitkan, sampai harus kehilangan orang-orang yang di sayangi. Tapi, kenapa semesta masi tidak mau berbaik hati padanya? Rasa sakit itu semakin menyakitkan. Setiap hari lubang kelam di hati semakin dalam, menyisahkan kekelaman yang mengerikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines