Ku Tunggu Kau Putus

Ku Tunggu Kau Putus

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 13, 2021
Seorang gadis dengan rambut sebahu yang tergerai sedang berjalan di trotoar. Ia menggunakan earphone di telinganya yang sedang mendengarkan lagu, sambil berjalan santai akhirnya ia sampai di sekolahnya. Lalu ia berjalan menyusuri koridor kelas untuk menuju kelasnya. Saat sampai di ambang pintu kelasnya ia menghentikan langkahnya lalu melihat para siswa-siswi ramai di kelasnya. Ia mencoba masuk walaupun agak sedikit terdesak. " Ini ada apa ya?" Tanya Syeril kepada salah satu siswi entah kelas mana ia tak tahu. " Ouh, itu si Raya mau di tembak sama Saki!" Syeril tercengang mendengar nama Saki, ia Syeril Yang sudah menyukai Saki saat kelas Satu. Waktu itu bagi Syeril ia adalah lelaki yang baik dan cukup menarik. Hm rasanya gue patah hati.
All Rights Reserved
#4
saki
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nada Rahasia di Antara Kita
  • Love in Difference
  • Cinta Dalam Diam
  • painful love or unrequited love
  • So Long, High School
  • EXCHANGE
  • Misi Kalisa (End)
  •  Garis Luka
  • PERCAYA? [END]

dari semua rumus matematika yang pernah ku pelajari, cuman satu yang belum bisa kupahami: kenapa hati bisa deg-degan tiap kali lihat sahabat sendiri jatuh cinta. Namaku Aluna. Di sekolah, orang orang manggil aku "ratu matematika"-judul yang kuterima bukan karena aku suka, tapi karena aku selalu jadi andalan pas ujian. Sahabatku ada dua: Arsen dan luci. Kami bertiga kayak sudut segitiga sama sisi-saling seimbang, saling menguatkan. Arsen, ketua OSIS merangkap bintang Pramuka, jago main gitar, dan gak pernah kekurangan kata-kata buat pidato. luci, cewek yang seolah punya dunia sendiri-bakatnya di gambar, suara merdunya, dan aksen Inggrisnya yang bikin guru pun diam. kami bertiga sudah bareng sejak kelas 10. dan di kelas 11 ini, semuanya masih sama. sampai satu hari, Arsen bilang sesuatu yang mengubah semuanya. "lu," katanya pelan waktu kami duduk di tribun belakang sekolah, "gue rasa... gue suka Luci."

More details
WpActionLinkContent Guidelines