The Boy Next Table

The Boy Next Table

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Menjadi siswi SMA tidak menjamin kebahagiaan bagi Ayara Chandara. Berdiri sendirian di lingkungan yang bisa saja suatu saat menghancurkan dirinya sendiri menjadi suatu tantangan baginya. Mungkin sesuatu yang bernama cinta tidak dapat dirasakan oleh Ayara Chandara. Hidupnya terlalu monoton dengan buku pelajaran. Hingga suatu saat "Dia." Datang kedalam hidup Ayara Chandara. Akankah warna yang "Dia." Berikan kepada Ayara akan bertahan lama? Atau akan luntur terhapus dan menjadikan hidupnya kembali hitam putih?
All Rights Reserved
#71
smalovestory
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit Untuk Laut
  • FATE [END] ✔
  • The Girl Who Made Me Sujud
  • Berlabuh di Takdir-Nya
  • -CANTIKA- [COMPLETED]
  • Setapak Semara Ayra
  • Loventure [TELAH TERBIT]
  • Filosofi Kaktus [Selesai]
  • MADRASAH CINTA
  • PESAN UNTUK RAYAN

Maura Elvaretta Zahira, gadis ceria berambut panjang yang selalu tampak bersinar di mata orang-orang. Di balik senyumnya, ia menyimpan luka masa kecil yang belum sembuh-kehilangan ayah yang ia cintai dan ibunya yang menikah kembali. Meski rapuh di dalam, Maura tumbuh menjadi pribadi yang ambisius dan pekerja keras. Ia ceroboh, sering gegabah, dan tak jarang memainkan rasa percaya dirinya untuk menutupi ketakutan yang tak pernah ia akui. Lalu ada Mahzan Rafiq Al Muaffaq-siswa kelas dua SMA yang dikenal pendiam, dan tenang. Putra pemilik pesantren dan seorang dokter ini tumbuh dalam nilai-nilai agama yang kuat. Ia merupakan murid kebanggaan guru. Mereka dipertemukan di SMA. Dalam riuhnya masa remaja, Maura jatuh hati lebih dulu. Ia tak menunggu waktu terlalu lama untuk mengungkapkan perasaannya. Tapi Mahzan menolak-bukan karena tak ada rasa, melainkan karena ia tahu, cinta tak cukup hanya dengan saling suka. "Aku bukan tak ingin, Maura. Tapi kita punya Tuhan yang mengatur waktu. Dan saat ini, belum waktunya kita jadi satu."

More details
WpActionLinkContent Guidelines