Tinggal Suara

Tinggal Suara

  • WpView
    Reads 45
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 7, 2021
Aku setia melaksanakan tugasku, 24 jam 7 hari 7 malam. Jika malam kupastikan suhu ruangan nyaman, sehingga Bu Tiara tak kedinginan. Aku punya akses ke ruang istirahat Mbak Marty, Bu Harti, Dik Hasanah, dan Mas Udin. Aku juga bisa memantulkan kejadian di kamar Bu Tiara pada Kak Tio, putra tunggal Keluarga Cokro, yang sedang studi master di Nanyang Univ di Singapore. Pun kewajibanku mengingatkan semua guru private atau teraphist sesuai jadwal per hari. Pak Cokro sudah mempersiapkanku jauh-jauh hari ketika tahu istrinya yang lembut dan serupa bidadari itu mengalami komplikasi diabetes lalu menjadikannya stroke, 2 tahun lalu. Tuanku Cokro seperti punya indera ke tujuh atau beliau sangat visioner, sehingga beliau meminta tim artificial intelligent andalan perusahaannya menciptakan aku. Maksud awalnya agar saat Pak Cokro harus melawat ke luar negeri untuk urusan bisnis, perawatan istrinya tak terabaikan. Maka suaraku adalah rekaman suara Pak Cokro, list lagu yang aku alunkan adalah lagu-lagu kenangan mereka berdua atau kesukaan Bu Tiara. Semua data yang ditanam dalam otakku adalah rancangan Pak Cokro, sehingga ada atau tiadanya beliau, Bu Tiara akan tetap terurus.
All Rights Reserved
#5
jani
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • (LENGKAP | SELESAI REVISI) Hello... Dudaku... (Sequel Off M.Gant)
  • HAZKI ; Danendra's Little Angel [✓]
  • Mimpi-mimpi Kecil dan Seribu Kemarau
  • Suami Siaga Satu
  • KOST SKANDAL
  • Rumah Pulang
  • nyaman-jjk
  • Aranista
  • Marry My Husband
  • The Pain In Our Relationship || KOOKJIN (Complete) ✔️

(SELESAI REVISI, SEDIKIT BERUBAH CERITA ALURNYA. CERITA SUDAH SELESAI DAN LENGKAP. HANYA DI POST DI WATTPAD) ❗❗❗ Cerita ini membuat diabetes. Dan ini cerita ringan. Author membuatnya karena ingin cerita yang manis ❗❗❗ --- "Kalau begitu, Anda bisa bantu saya," kata Arjuna, suaranya tenang namun penuh tekanan. "Apa?" tanya Yena pelan. "Anda... jadi istri saya." "Hah?" Yena nyaris berbisik. Jantungnya berdetak cepat, kepalanya terasa pening. Apa dia tidak salah dengar? Seorang Arjuna, duda beranak satu, adik angkat dari sahabat ayahnya-Reyvan dan Rezka-serta om angkat dari pacarnya sendiri, Alvano, meminta dirinya menikah? Gila. Pria ini sudah gila. Yena ingin tertawa, tapi tenggorokannya kering. Anak Arjuna bahkan hampir sebaya dengannya. Dan yang lebih parah, dia sudah punya pacar-Alvano. Dia mengumpat dalam hati. Seandainya saja hari itu dia tidak membuka pintu ruang dosen secara sembrono dan melihat dosennya itu dalam kondisi-sial-telanjang bulat, mungkin dia tidak akan berada dalam situasi ini. Terjebak. Arjuna semakin mendekat, mengikis jarak di antara mereka. "Bagaimana, Bu Yena?" suara Arjuna terdengar tenang, tapi ada sesuatu yang mengintimidasi di baliknya. "Apakah Anda bersedia membantu saya? Atau..." Dia menggantungkan kalimatnya, matanya menatap tajam. "Saya tidak akan membiarkan Anda keluar." Yena menggigit bibir. "Itu kan salah Anda sendiri," ucapnya, suaranya sedikit parau. "Anda yang tidak mengunci pintu kalau Anda mau... seperti itu." Wajah Arjuna tetap datar, tapi ada sesuatu di dalam matanya yang sulit Yena pahami. Pria itu semakin mendekat. Jarak mereka nyaris tidak ada. Tangan Arjuna terangkat, jari-jarinya yang besar meraih dagu Yena dengan lembut namun kuat, memaksanya menatap pria itu. "Kalau Anda tidak mau," bisik Arjuna, "mulai saat ini hidup Anda akan berbeda, Bu Yena." Yena menelan ludah. "Apa maksud Pak Juna?" tanyanya, suaranya sedikit bergetar. Arjuna tersenyum. Senyum yang membuat Yena... menahan napa

More details
WpActionLinkContent Guidelines