Mission
  • WpView
    Reads 1,214
  • WpVote
    Votes 216
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 2, 2021
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"Sejauh ini aku paham bahwa yang aku butuhkan adalah uang, bukan perhatian, cinta atau bualan manis dari siapapun." Y/n. "Dia malaikat dengan belatinya, dia cantik bak putri dengan hatinya yang sekeras batu." Steve Roger --- Steve Rogers Fanfict Update twice in a week. Pengembangan dari os yang sudah ditulis bisa dilihat di kumpulan os di profile dengan judul yang sama ❗️Warning❗️ Murder, drug, dark under world, spying, 18+, be smart reader
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Rogue Hellion - #bountyhunterseries 2.0 [✓] 🔚
  • 🚨The sun in the dark sky🚨
  • Ugly Girl
  • Desire behind Closed Eyes
  • His Possession (Completed)
  • Angel Baby
  • EMERGENCY LOVE ✔ [SUDAH TERBIT]
  • 𝐁𝐋𝐀𝐂𝐊 𝐒𝐇𝐀𝐃𝐎𝐖
  • Where am I?
  • possessive Alejandro

18+ ONLY Sequel of "THE DAMN DEMIGOD" This is an Action - Romance story with Mature content Be WISE reader - bijaklah dalam memilih bacaan ======================================= "Kamu tidak boleh pergi." Itu hal konyol! Aku masih terdiam menatap wajahnya yang sialnya selalu terlihat tampan dalam keadaan apa pun. See, bahkan sekarang tidak ada apa pun yang menutup tubuh atasnya tidak mengurangi ketampanannya sedikit pun. Oh, no, mungkin itu masalahnya yang membuatku berkali-kali hilang fokus hanya karena melihat dada bidang dengan kulit liatnya. Six-pack? Sudah pasti! Tidak hanya itu, lebih ke bawah lagi, ya, V shape di bagian pangkal perut. Begitu menggoda terlihat seperti sexy super model di luar sana. Senyum tipis terlihat jelas sekarang yang membuatnya semakin terlihat tampan. D*mn! "I should go." "You still owe me." Seperti tidak peduli, aku meninggalkanya dan detik selanjutnya dia menarikku begitu saja hingga dadaku begitu rapat dengan dadanya juga tangan besarnya sudah melingkar sempurna di pinggangku. "What?" ucapku pelan. "The deal, remember?" Oh, no. Aku berusaha melupakan hal itu, namun sepertinya tidak baginya. "What?" "Sesuatu yang kamu janjikan." "What?" ucapku lagi dengan suara yang semakin pelan. Takut dia akan meminta hal itu. "Your virginity," bisiknya tepat di telingaku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines