Tabula Rasa (TAMAT)

Tabula Rasa (TAMAT)

  • WpView
    Reads 2,665
  • WpVote
    Votes 475
  • WpPart
    Parts 35
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 10, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Manis tak selamanya manis, pahit pun sama. Terang tak selamanya benderang, gelap pun sama, tak selamanya gulita. Suatu hubungan yang terjadi dalam sebuah kehidupan, di dalamnya tidak mungkin hanya ada kata harmonis. Pasti ada suatu persoalan yang membuat hubungan tersebut jauh dari kata harmonis. Bagaimana kalau persoalan itu pasal kesenjangan? Kesenjangan yang merupakan jalan dari ketetapan semesta. Berlinang harta ialah yang pantas dipandang mata. Ya, siapa yang tidak bisa untuk tidak melirik kepada sesuatu bernama 'harta'? Kehidupan sebagai seorang remaja harusnya berjalan dengan apik. Belajar, berkumpul dengan keluarga, bermain bersama teman, begitu seharusnya. Namun, karena persoalan tadi, seorang gadi bernama Indira tidak bisa merasakan manisnya masa remaja. Dia dipaksa tunduk kepada waktu dan keadaan, dan dia melakukannya dengan patuh. Seseorang ingin mendekat, Indira menciptakan sekat. Seseorang yang lain sudah dekat, tetapi ternyata sekarat. -Tabula Rasa
All Rights Reserved
#50
kolaborasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • HANYA AKU DAN KAMU
  • AIRA [On Going]
  • Anugerah Patah Hati [COMPLETE] ✔
  • GIFA
  • DIFFERENT[Completed]
  • FRIENDzone (Completed)
  • Miracle
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Nathalea

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines