Story cover for JANUARI by PeeAp_
JANUARI
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
  • WpView
    Membaca 4
  • WpVote
    Vote 2
  • WpPart
    Bab 1
Bersambung, Awal publikasi Feb 07, 2021
Hari itu, Febi yang tengah berada di atas tempat tidur sambil meluruskan kaki di atas ranjang seolah ikut tertarik ke dalam peristiwa enam belas tahun silam. Kisah  yang awalnya milik tiga orang sahabat itu rupanya menarik empat, lima, enam, entahlah. Sepertinya  sudah menarik korban lebih banyak dari itu. Dan mungkin akan bertambah satu orang lagi, dirinya sendiri. 

"Gue gak nyangka akan ada kisah seperti ini." Febi kembali mengelap ingus dengan lengan bajunya. Sudah dua jam ia membaca tanpa henti dan sudah tujuh kali rasanya ia menangis hingga sesak. Wajar bila saja kini ia terserang flu dadakan. 

"Ayo kita baca buku selanjutnya. Kita lihat siapa sebenarnya orang yang paling jahat di kisah ini."

Febi menghela nafas sesak kala menutup buku pertama dari diary yang ia temukan satu bulan yang lalu itu. Tangannya lalu menggamit buku ke-dua dari total tiga buku yang ada. Dengan gemetar, Febi perlahan membuka halaman pertamanya. Isi paragraf pertamanya seketika membuatnya tertegun. 

***

Bukanlah cinta, ini hanyalah sebuah ego belaka. Dendam itu rupanya turun kepadaku. Sakit akan perih yang tak kuterima seolah bisa aku rasa. 

Biarlah dia sudah tak ada, tapi ajang balas dendam akan luka lama itu akan terus berlanjut. Aku akan memastikan yang bersalah harus di hukum. Rasa sakit yang ia derita hingga lupa akan caranya tertawa harus dibalas dengan hal serupa. 

Januari, kamu ... tak akan pernah berhak untuk bahagia. 

---
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan JANUARI ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#10nindi
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 7
STUCK cover
Stay With Me  cover
Secret Admirer (New Version) cover
My First Love [END] cover
Nissa & Nathan (COMPLETED) cover
My Enemy Ayna  cover
Arsyilazka cover

STUCK

9 bab Lengkap

Coba deh mukul kaca sampai pecah. Sakit? Jelas. Hancur? Iya. Bisa utuh seperti semula? Bisa, cuma engga akan sama kaya awal. Itu perumpamaan perasaan gue ke lu. -Fauziah Veronnisa >>>>> "Gue minta maaf,Zi." "Minta maaf atas dasar apa? Kalau lu minta maafa atas dasar kejadian 3tahun lalu. Sorry sorry aja nih, gue udah engga terlalu mikirin." Ucap Ziah sambil mengalihkan pandanganya kearah lain. "Gue tau gue telat, tapi tolong. Kasih gue kesempatan kedua buat memperbaiki semuanya. Toh, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua." Balas Tama sambil tersenyum. "Apa lu pantes gue kasih kesempatan kedua? Biarpun pantes tapi maaf. Hati gue udah bukan buat lu lagi." Ucap Ziah. "Gue tau kok lu udah jatuh ke hati Rama. Apa. Gue. Salah. Kalau. Gue. Memperjuangkan. Apa. Yang. Seharusnya. Gue. Perjuangkan?" Ucap Tama sambil menekan sebelas kata terakhir. "Terserah. Intinya kalau lu minta keadaan kaya dulu lagi, maaf gue engga bisa dan engga akan pernah bisa. Gue pergi, Rama udah nunggu gue daritadi." Ucap Ziah sambil pergi meninggalkan Tama sendiri. Tanpa mereka ketahui bahwa ada seseorang yang mendengarkan percakapan mereka berdua. "Kalau emang dihati lu masih ada Tama, kenapa lu harus nerima gue Zi? Apa gue harus ngelepas lu? Atau gue bertahan dan berjuang? Kalau gue berjuang dan bertahan, apa lu bakal pilih gue? Atau malah lu balik lagi ke masa lalu? Haha, miris banget kisah percintaan gue." Ucap Rama sambil pergi ninggalin tempat kejadian.