LOVE AND LOGIC

LOVE AND LOGIC

  • WpView
    Leituras 1,522
  • WpVote
    Votos 556
  • WpPart
    Capítulos 14
WpMetadataReadMaduroEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, abr 18, 2021
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
"Cinta selalu ada logika" Zeline, seorang gadis yang selalu mengedepankan logika dan rasionalitas, memiliki sejuta cita-cita yang telah ia rancang untuk masa depannya. Rencana tersebut seakan pupus ketika ibunya meminta ia melakukan suatu hal diluar nalar. Ia merutuki perjodohan yang tidak pernah ia sangka pada umurnya yang masih muda. Zeline dijodohkan dengan Kai, lelaki penyanyang , berhati lembut dan dewasa. Kai tampak menarik dibandingkan para lelaki ingusan yang pernah menyatakan cinta padanya. Love and logic adalah cerita seorang perempuan yang selalu berpikir rasional dalam segala hal, termasuk cinta. Ia seolah mematahkan persepsi umum yang mengatakan bahwa perempuan lebih mengedepankan perasaan dibandingkan logika. Apakah prinsipnya tetap bertahan setelah bertemu dengan Kai? Lantas bagaimana dengan impiannya?
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ruined Bitch
  • The Rule of Love (GirlxGirl)
  • [End] Behind The Wedding
  • Their Marriage Agreement (The Wedlock Series #3)
  • Cinta Tersembunyi-Tamat
  • Glamour (COMPLETED)
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • The Unmatch Fiancé [END]

⚠️ Cerita ini mengandung konten muatan dewasa, tidak direkomendasikan dibaca oleh anak di bawah usia 18 tahun. BLURB - Ruined Bitch Sekar tahu dunia tempatnya berpijak tidak pernah ramah bagi wanita sepertinya. Hidup mengajarinya untuk tidak berharap terlalu banyak, terutama dari pria. Baginya, hubungan hanyalah transaksi-permainan di mana kendali harus tetap berada di tangannya. Sampai ia bertemu pelanggan spesial itu. Marshal Wijaya, pria yang dingin dan berbahaya, bukan tipe yang mudah terbaca. Ia tidak sekadar membeli waktu Sekar, tetapi juga merenggut sesuatu yang lebih dalam. Sentuhannya mengancam pertahanan yang selama ini Sekar bangun. Tatapannya seakan ingin menelanjangi lebih dari sekadar tubuhnya-ia ingin masuk ke dalam pikirannya, mencuri perasaan yang seharusnya tidak ada. Semakin Sekar berusaha menjaga jarak, semakin kuat tarikan yang mengikat mereka. Marshal menginginkannya lebih dari sekadar bayaran, sementara Sekar tidak yakin apakah ia siap kehilangan kendali. Ketika batas antara transaksi dan keterikatan mulai kabur, Sekar harus memilih: bertahan dengan tembok yang melindunginya, atau membiarkan dirinya jatuh-meski itu berarti hancur dalam genggaman pria yang bisa saja menghancurkannya lebih dari siapa pun. Karena dalam permainan seperti ini, tidak ada yang benar-benar menang.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo