Mai Thitiwat Prachaya

Mai Thitiwat Prachaya

  • WpView
    GELESEN 23
  • WpVote
    Stimmen 6
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Do., März 11, 2021
Mai Thitiwat Prachaya biasa di panggil Mai, laki-laki tampan yang mempunyai senyuman manis, dia adalah mahasiswa dari universitas terkenal di Indonesia. Mai juga memiliki adik bernama Mhen Thitiwat Prachaya. Kehidupan mereka jauh dari kata orang berada. Tidak lama setelah Ayahnya meninggal, Mai menjadi tulang punggung bagi keluarganya. Menjadi orang yang menyelesaikan segala masalah yang terus berdatangan dan berusaha menjaga orang-orang yang dicintainya terus berada di sisinya. Tapi, semua menjadi semakin rumit ketika Mai dan Mhen mencintai gadis yang sama. Kali ini ada dua pilihan bagi Mai, merasa perih dengan mempertahankan hubungan antara saudaranya atau menjadi egois dengan menjalin hubungan dengan gadis yang dicintainya?
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • To Choose an Enemy (End)
  • AWAN SENDU
  • All About You [END]
  • Bagaskara [TAMAT]
  • Two Love One The Heart [On Going]
  • KISAH
  • Seeking for Something [Completed]
  • Stay on My Side ✔
  • Strong Girl (END)
  • BAD RAFA [COMPLETED]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien