Walk In Memories

Walk In Memories

  • WpView
    Reads 56
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 17, 2021
Kita hanya sebuahlah masa lalu yang kini menjadi kenangan. Berharap kenangan itu akan senantiasa terkenang. Yang perlu kita lakukan menjalani apa yang sudah berlalu dari kenangan itu. Kita berjalan dalam kenangan. Mia dan Alfaz. Dua insan berbeda gender dengan perbedaan sifat yang berbeda pula. Mia yang pemalu dan pendiam, berbeda dengan Alfaz yang jahil dan mudah bergaul. Merdeka layaknya langit dan bumi. Jauh sekali jaraknya, layaknya hati dengan telinga. Semua kenangan yang terjadi diantara mereka begitu indah, hingga Alfaz memilih pergi. Akankah hidup mereka terus berlanjut atau malah berhenti di titik perpisahan
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta Neng Zulfa
  • Takdir Cinta
  • Cahaya cinta Terakhir [On Going]
  • Alsa
  • Cinta Dalam Iman
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Langkahku Sampai Istanbul
  • Di Balik Niqab [TERBIT]
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • ALL ABOUT US

Versi Terbaru dari "Neng Zulfa" Katanya jangan menaruh rasa pada seseorang yang tak mampu membaca muramnya wajahmu, tak mampu menafsirkan sembab matamu karena tangis, juga gelagat kepanikan jari jemarimu menahan sakit. Namun, pertanyaannya, bagaimana kalau rasa cinta itu sudah terlanjur ada? Bagaimana cara menampiknya? *** Zulfa Zahra El-Faza, seorang putri kiai yang tidak pernah tertarik dengan cinta, apalagi pernikahan di usianya yang masih relatif muda. Namun, semenjak Fatih Thoriqul Firdaus, gus dari pesantren tempatnya menimba ilmu datang dalam hidupnya, segalanya berubah. A story by Puput Pelangi

More details
WpActionLinkContent Guidelines