Vano Praditia

Vano Praditia

  • WpView
    Reads 240,671
  • WpVote
    Votes 16,521
  • WpPart
    Parts 43
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Meski terluka, aku tetap menyukai perjalanan yang pernah ada kamu di dalamnya." Aku menangis pelan, membiarkan air mata jatuh tanpa suara. Harapan yang belum sempat tumbuh, kupaksa reda sebelum semesta sempat memberi jawaban. Aku mencoba menatap ke depan, meski namamu masih tertinggal di setiap langkah yang kuambil. Kehadiranmu pernah terasa begitu berarti, hingga akhirnya yang tersisa hanya goresan yang kembali terbuka. Terima kasih atas kecewa yang kau beri-darinya aku belajar, tidak semua yang terasa indah akan berakhir dengan bahagia.
All Rights Reserved
#213
papamuda
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Diantara Kalian
  • Gara Narendra
  • My Loneliness
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • 𝑳���𝑬𝑴𝑩𝑨𝑹𝑨𝑵 𝑪𝑶𝑹𝑬𝑻𝑨𝑵
  • Arsyilazka
  • ALEZRA (Thank you for coming)

"apa yang lo lakukuin?" tanya Rara dengan darah yang mengalir bercampur dengan air hujan "membunuh mu agar semuanya kembali pada saya" kata seseorang tersebut dengan seringaian yang menurut Rara lucu "ahh musuh ayah rupanya, beruntung banget gw yang jadi korban, selamat Lo berhasil, maafin kakak ya, kakak ngga bisa nemenin kalian main lagi, selamat tinggal adik adik kakak" setelah mengatakan itu Rara pun jatuh dan langsung menghembuskan nafas terakhirnya "berhasil" kata seseorang itu dan langsung meninggalkan Rara dengan lumuran darah yang kemana mana disisi lain "aku mohon jangan lakuin itu, sakitt" kata gadis manis yang sedang menahan sakit dan tangis nya. ______________________________________________________________________________________________________________ "bodoh sekali kalian ini, kalau mau culik tuh jangan basa basi bego, langsung dekeb bawa ke mobil jangan kebanyakan cing cong kalau kerja kalian kek gitu yang ada mangsa kalian kabur" ucap Rara menasehati "sekarang kalian pergi rencanain lagi Mateng Mateng baru balik lagi" lanjut nya dengan bodoh nya 4 orang itu mengangguk dan membawa teman mereka yang pingsan "goblok anying" umpat Rara, sekarang Rara sadar bahwa wanita gila tadi udah disampingnya memandang sendu mobil yang kini kian menjauh "sabar ya buk, belum rejeki nya" kata Rara sambil menepuk nepuk pundak wanita itu, dan wanita gila itu hanya mengangguk pasrah

More details
WpActionLinkContent Guidelines