We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
FILOSOFI HUJAN

FILOSOFI HUJAN

  • WpView
    Reads 687
  • WpVote
    Votes 153
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 14, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan itu istimewa Banyak hal yang bisa kita pelajari dari hujan. Meski pun hujan tidak selalu datang, tapi kedatangan hujan sangat penting. Hujan turun untuk memberikan kesejukan bagi kehidupan manusia di bumi. Hujan datang untuk membawa dan berbagi rasa bahagia. Sama hal nya dengan cantika devita, dia gadis yang muncul dikehidupan seorang degantara prasetya. Degan membutuhkan cantika. Bagaimana kisah mereka? Semoga cerita ini dapat menjadi mood kalian
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INVISIBLE WOUNDS: Transmigrasi Jiwa
  • The Rain
  • Rindro (SELESAI)
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Hiperbola Hati (COMPLECTED)~
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • TOMI
  • rain untuk senja
  • TRANSMIGRASI 3 SAHABAT (TAMAT)

Kaleodra Lyorine atau kerap dipanggil Lea sejak kecil. Gadis ceria nan ramah, dibesarkan dengan kasih sayang penuh dari kedua orang tuanya yaitu Irfan dan Velie. Namun, pada suatu hari ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan dirinya kehilangan nyawa. Alih-alih pergi ke akhirat ia diberikan kesempatan untuk menjalani kehidupan keduanya di tubuh seseorang. Siapa sangka tubuh gadis yang ia tempati adalah tubuh saudara kembarnya. "Gue punya kembaran? Kenapa Bunda sama Ayah gak pernah cerita?" bukan hanya terkejut akan jiwanya yang memasuki raga sang kembaran, tetapi juga ingatan yang memutar bak kaset rusak, ingatan menyakitkan yang bahkan ia tak menyangka saudaranya mengalami semua hal itu saat ia selalu tertawa bahagia. "Jiwa Lo kemana? Seberat itu ya?" Perlahan Lea mengingat semua kejadian yang kembarannya alami. Lea masih tak menyangka, ia menggigit bibirnya ketika berbagai perasaan asing muncul dari hatinya. Itu terasa seperti sedih, kecewa, marah, dan dendam. Cover by: pinterest & canva

More details
WpActionLinkContent Guidelines