Rasa Asha

Rasa Asha

  • WpView
    Reads 13
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 19, 2021
Rasa dan Asa dua hal yang menjadi sanggahan pelik di masa putih abu-abu seorang Ashalina. Satu sisi langkahnya untuk hijrah harus berhadapan dengan ketengilan seorang prince charming. Samudera seperti namanya, pemuda dengan sejuta emosi yang menggelegak. Tidak tanggung menghantam Asha dengan ombak makian dan cacian. Tapi terkadang disaat bersamaan kelembutan dan kesetiakawanan nya juga mengombang ambing kan rasa. Hingga takdir juga membawa langkahnya bertemu dengan mahasiswa KKN yang menjadi guru pengganti di kelasnya. pemuda yang mengenalkannya arti ikhlas dan indahnya duha lewat secariik fabrik serta sebungkus roti coklat. Mungkin bisa jadi ada benang romansa yang tidak sengaja tercipta ataukah hanya berupa pertemuan sekilas saja. Samudera Duha: "Kalau Cinta bilang aja" Ashalina Senja : "Suka-suka kamu saja, baiknya bagaimana" Fajar Cakrawala : " La Tahzan "
All Rights Reserved
#722
teens
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Jejak Asa Di Ujung Pelangi
  • DEAR LOVE
  • Secretly Looking at You (END)
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • ASTAGHFIRULLAH ZAUJATI
  • ALESYA (END)
  • Guliran Tasbih Aldevaro [Terbit]
  • Al Fahri
  • Takdir Cinta Aisyah

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines