SAGMA|on going|

SAGMA|on going|

  • WpView
    Membaca 608
  • WpVote
    Vote 124
  • WpPart
    Bab 16
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mar 23, 2021
"Mala Clarissa Tamara Geraldine,gadis manis cantik,dengan hobi minum susu pisang,dibenci oleh ibu dan kakak kandungnya sendiri,awalnya masih ada pawang yang menjaganya. Tapi ia juga sadar kalau pawang itu juga akan roboh. Dan benar saja ayahnya yang selalu membelanya mendukungnya,kini pergi meninggalkannya di dalam neraka ini. Disekolah Mala selalu bersikap tegar dan ceria. Siksaan makian serta hinaan selalu ia dapatkan. Hingga Tuhan mengirimkan pelindung kepadanya. Meskipun itu seorang psikopat. Yang memiliki hoby membunuh. Namun semenjak mengenal gadis bertubuh mungil itu ,hampir semua kebiasaan buruknya berubah" Penasaran kn langsung baca aja 🤍 Ranking 5.Taman 06/03/21
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#104
mala
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • I Hope You (DISCONTINUED)
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • LOLIPOP [END]
  • Destroyed [HANCUR]
  • Ravines and Wounds (Tamat)
  • The End of Keyra's Revenge
  • Sahabatku Istri Muda Papaku (Completed)
  • I'M TALISA
  • RAJASKA'S OBSESSION [On-Going]
  • Rahasia dibalik hujan

Sebelumnya inzie tak pernah menyangka akan mendatangi rumah yang sudah selama 6 tahun ini ia tinggalkan. Rumah yang penuh dengan kenangan pahit. Rumah dimana batinnya terus disiksa. Seharusnya inzie tahu, bahwa ketika ia menginjakkan kakinya kembali disini. Ia sudah tak akan sebebas dulu lagi. "Kak, kata mama aku punya seorang kakak yang akan datang. Dan itu adalah kakak. Kakak memiliki mata hijau, persis seperti yang mama ceritakan. Jadi, kak namaku Arnessa. Kalau kakak siapa? Kata mama aku harus bertanya sendiri." Saat Arnessa menyebutkan nama "mama" berulang kali. Itu membuat pandangan inzie semakin dingin. Ia menyentak kasar tangan arnessa yang masih betah melingkari pergelangan tangannya. "Dengar ya, sampai kapanpun aku tidak mempunyai adik. Ingat itu baik-baik." Perkataan penuh penekanan yang dilontarkan oleh inzie membuat arnessa terhenyak. Ternyata kakaknya tak menyukai keberadaannya. Copyright © by inestyanifa

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan