We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
7969 Love Story

7969 Love Story

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 9, 2021
WpInfo
Fiction
Romance
"Bila kau membutuhkan seseorang, ingatlah. Aku selalu ada disini. 7969 akan menjadi tempat kecil rahasia kita". "Saat ini aku sibuk. Maaf aku tak bisa menemanimu. Datang saja lain waktu. Tapi, jika kau ingin masuk jangan lupa untuk mengatakan kata sandi nya. Kau tau, 'kan?" senyumnya lalu beranjak pergi begitu saja meninggalkan seorang gadis yang masih terperungu di tempatnya, tidak bergeser sedikit pun. Sosok pria misterius itu pun perlahan mengecil lalu menghilang begitu saja dari sorot pandangnya. "Huft, ada-ada saja" sontak gadis itu mengelap air mata nya yang berucucuran sejak tadi sebelum pria itu muncul tiba-tiba di hadapannya sembari mengucapkan kalimat yang ia tidak mengerti. "Siapa pria itu?", "Apa maksudnya?", "7969? Tempat apa itu? Namanya aneh sekali?", "Kata sandi? Aku tak tau menahu tentang dia and he expect me know about the password?", "What a weird guy" Batinnya dalam hati.
All Rights Reserved
#241
mikasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Soal Rasa 2
  • Seperempat Aku dalam Dunianya
  • Possessive Badboy [END]
  • Attack on You
  • My Girlfriend Is A Shadow
  • The Sky Before Secrets
  • DeaSea

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**

More details
WpActionLinkContent Guidelines