Deam Naturae: The Spesia Kald

Deam Naturae: The Spesia Kald

  • WpView
    LECTURES 42
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., sept. 3, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ketika semuanya menjadi seolah olah rumit. Sesuatu yang membosankan membuat kehidupan gadis harus menjadi berbelit. Antara kehidupannya yang nyata atau yang ia palsukan. Seolah memang diharuskan terjadi. Dia kembali dan memperbaiki keadaan yang sempat dia tinggalkan. Terbengkalai dan berdebu. Semua begitu rapuh tanpa kehadirannya. Sang pengendali alam, hutan dan samudera tunduk di hadapannya. Hingga yang terlelap akan terbangun ketika jiwanya diserahkan untuk memperbaiki seluruh negeri Paradisum dan negeri Infernum. Apakah dengan meleburkan tubuhnya pada titik tertinggi kekuasaan, bisa membuat keadaan menjadi pulih. Dan bisa saja yang tertidur menjadi terbangun. Sang Kald.
Tous Droits Réservés
#112
element
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Mawar Putih Untuk, Alea (END)
  • Assassin Girl [ Editing ]
  • (not)my dream wedding {END}
  • T I M E
  • Poison Of Love
  • ALATAS
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • antara janji dan kenyataan : janji yg menyakitkan
  • Dreamers [on-going + revisi]

Alea Almeira, seorang gadis yang hidup dalam bayang-bayang luka yang tak terlihat. Sebuah tragedi di masa lalu telah merampas cahayanya dan meninggalkannya dalam keheningan yang dingin. Hari-harinya berlalu dalam kesendirian dan kehampaan, hingga ia percaya bahwa luka itu akan menjadi bagian dari dirinya untuk selamanya. Namun, segalanya mulai berubah ketika Daren Wira Mahendra, sahabat lamanya yang selalu ada di balik layar hidupnya, mulai semakin mendekat. Tanpa banyak bicara, tanpa paksaan, Daren membawa kehangatan yang perlahan mencairkan musim dingin dalam hati Alea. "Kadang, yang kita butuhkan bukan orang yang bisa menyembuhkan... tapi seseorang yang bersedia duduk diam bersama luka itu." -Mawar Putih Untuk, Alea-

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu